Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Monday, March 14, 2011

Cotto Matang


Miguel Cotto yang tampil begitu bodoh dan relatif tanpa taktik kecuali terus merangsek maju saat melawan Pacquiao, kini dengan bimbingan pelatih kawakan Emanuel Steward mampu menunjukkan kecerdikan sekaligus kematangan saat mengatasi Ricardo Mayorga yang sebetulnya minim teknik namun mengumbar kebuasan dan selalu bermain psikologis untuk menekan nyali lawannya. Dalam kejuaraan Super Champion kelas Menengah Yunior yang digelar 12 Maret di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas (Minggu siang, live di TVOne), Cotto tampak sangat sabar dan tidak mau terpancing oleh gaya Mayorga saat memprovokasi agar Cotto mau masuk perangkap mengikuti gaya bertanding Mayorga yang senantiasa lebih suka bermain keras. Cotto tetap tenang serta tidak terpancing, senantiasa waspada dan terus merangsek maju saat ada kesempatan dengan perhitungan dengan double cover ketat. Mayorga yang merasa sudah ketinggalan angka, mencoba merangsek maju di ronde terakhir, sebelum sebuah straight Cotto yang sangat cepat, keras dan akurat menerpa rahangnya, dan membuatnya knockdown, yang dibarengi dengan cedera pada ibu jari tangannya yang terpelintir. Akibat cedera itu Mayorga akhirnya menyerah. "Saya mencoba menyelesaikan pertandingan, tapi tanganku terlalu sakit," ujar Mayorga.
Ini adalah kredit khusus bagi pelatih gaek Emanuel Steward yang dikenal bertangan dingin. Tanpa merubah gaya Cotto yang seorang fighter murni, Steward mampu membuat penampilan Cotto berubah dari sebelumnya yang selalu merangsek maju.

-----

Mantan juara WBA kelas menengah yunior sebelum ditundukkan TKO 9 oleh Cotto tahun lalu, Yuri Foreman (Israel), harus kembali menelan pil pahit, kalah TKO dari petinju kurang populer, Pawel Wolak (Polandia). Foreman tampil begitu buruk dan lamban, jauh dari apa yang dipertontonkannya saat Daniel Santos ketika merebut gelar WBA kelas menengah yunior di tahun 2009. "Maaf, saya tampil begitu lemah dan buruk," ujar Foreman dalam pernyataan resminya di akun Facebook miliknya.

-----

Pada hari yang sama di tempat yang berbeda, petinju Argentina Sergio Martinez tampil sangat meyakinkan dalam menundukkan lawannya, Serhiy Dzinziruk (Ukraina). Kedua petinju tampil menekan, dan Martinez yang lebih perkasa berhasil menjatuhkan lawannya di ronde 4, 5 dan tiga kali di ronde 8, sehingga Martinez dinyatakan unggul TKO ronde 8. Pertandingan ini berlangsung di Foxwoods Resort Casino, Mashantucket, Connecticut, dan disiarkan secara tunda oleh TVOne malam harinya.

12 comments:

john_alvins said...

taktik & emosi sih bagus, tp kurang menarik ya kalo gaya cotto jadi begitu..

JP said...

Yah pertandingan jadi agak monoton... tapi kalau Mayorga punya skill lebih baik daripada sekedar memancing-mancing emosi terus nunggu Cotto terpancing, mestinya sih bisa lebih menarik.

Anonymous said...

Penampilan Mayorga memang sudah jauh menurun powernya yg menjadi andalan selama ini sudah hilang....hanya sifat provokasinya saja yg tidak akan pernah hilang diatas ring...

JP said...

Tapi saya lihat banyak kesalahan mendasar Mayorga, dari cara memukulnya seperti bukan dasar tinju, melainkan lebih mirip preman berkelahi... :)

Bahkan petinju tua yang kurang berprestasi seperti Prince Aryo pun tidak akan membuat kesalahan elementer dalam melontarkan pukulan seperti Mayorga.

Mbak sandra dewi said...

jujur memang agak membosankan...tapi saya pikir cotto tampil smart...

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Smart.. namun membosankan. Bila mereka bermain keras sejak ronde awal, toh tetap saja Cotto yg akan menang, soalnya Mayorga sdh jauh menurun dlm segala hal, tapi kenapa hal itu tdk dilakukan oleh Cotto? Dibanding saat Mayorga melawan Oscar De La Hoya & Felix Trinidad, kualitas Mayorga jauh dibawah pd saat itu. Seharusnya Cotto tampil aktif mengurung & menyerang sejak awal, membayangi Mayorga dgn bermain counter fighter, jadi pertarungannya tdk membosankan seperti kemarin.. Di level ini sudah bukan sekedar taktik asal menang, namun harus menampilkan pertarungan yg keras & menjual. Betul ga,kawan2? Hehehe

Mbak sandra dewi said...

bukannya Bang aryo lebih suka yg lembek2...kl saya suka yg keras2 :)

Mbak sandra dewi said...

bukannya Bang aryo lebih suka yg lembek2...kl saya suka yg keras2 :)

Aryo Sulkhan - Sindoro Satriamas Gym said...

Mbak Sandra Dewi, tuh punya Bung Max Muscle & Bung JP lembek ga bisa keras.. Aaaahahahahah

Mbak sandra dewi said...

hebat ya bang aryo sampai bisa tau punya nya bung max sama bung Jp..:)

Anonymous said...

hahahaha.....ketahuan sudah bahwa selama ini Prince Aryo adl PECINTA SEJENIS,buktinya punya saya ama bung Jeff msh aja diremes2....kalo ke jakarta pasti si Prince ini mangkalnya di taman lawang.......

Iya,bahkan penampilan Mayorga tdk seperti saat melawan Vargas padahal usia dia waktu itu sdh 34thn...pukulanya pun seperti yg bung Jeff katakan sama sekali tidak memiliki teknik yg baik,klop memang, sdh tua latihanpun pas2an

john_alvins said...

oya kakak sekalian saya liat di boxrec, M.Rahman mau kejuaraan dunia lagi ya? baru tau saya...

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.