Mantan juara kelas berat Inggris, Persemakmuran dan Eropa, Sir Henry Cooper (rekor: 40-14-1, 27 KO) wafat dalam usia 76 tahun pada Minggu. 1 Mei 2011. Nama Cooper melejit setelah pada tahun 1963 nyaris "menghabisi' Cassius Clay yang digadang-gadang menjadi calon juara kelas berat masa depan. Saat itu, di stadion "keramat" Wembley Stadium, Clay (sebelum berganti nama menjadi Muhammad Ali) yang mempermainkan Cooper di awal-awal ronde, roboh terkena hook dahsyat Cooper yang menerpa rahangnya pada akhir ronde 4, untunglah Clay tertolong bunyi bel, dan Clay harus dipopoh oleh sang pelatih kembali ke sudutnya. Saat istirahat itulah terjadi kontroversi, karena ada dugaan pelatih Clay, Angelo Dundee, sengaja mengukur-ulur waktu dengan merobek gloves yang dikenakan Clay, dan Ali mendapatkan "keuntungan" beberapa menit, karena diperlukan waktu untuk mencari gloves pengganti. Ada yang berkata jeda waktu berkisar sampai 6 menit yang menguntungkan Clay, namun nyatanya waktu resmi mencatat waktu hanya 65 detik. Namun kontroversi ini dianggap tidak terbukti, dan kubu Ali (Clay) sudah membantahnya. Clay muda kemudian bangkit di ronde 5, dan menghajar Cooper yang bersimbah darah, sehingga pertandingan dihentikan dengan kemenangan TKO untuk Clay.
Sebelum munculnya Lennox Lewis yang fenomenal, Henry Cooper dianggap sebagai petinju terbaik kelas berat asal Inggris. Atas patriotismenya di atas ring tinju, pada tahun 1967, Ratu Inggris menganugerahinya dengan tanda jasa Order of the British Empire - Officer (OBE), dan berhak menyandang gelar Sir, serta pada tahun 2000, dia dianugerahi lagi dengan tanda jasa Knight Bachelor of the Order of the British Empire in the Queen's 2000 Millennium Honours List atas jasa-jasanya dalam bidang olahraga tinju.
Sepanjang sejarah, ada empat petinju yang pernah memukul knockdown Muhammad Ali (Cassius Clay): Sonny Banks, Joe Frazier, Chuck Wepner dan Henry Cooper sendiri.
Sumber: Boxrec
Monday, May 2, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
1 comment:
Nasem Hamed pun juga mendapatkan penghargaan OBE hanya saja gelarnya dicabut gara2 mengemudi sambil mabuk dan mencederai pajalan kaki,memang nasib dia cukup tragis sdh kalah dan tak bisa bangkit,ada tragedi wtc yg membuat umat muslim menjadi sorotan saat itu,ditambah gelar sir.nya dicabut oleh ratu inggris dan itu terjadi dlm waktu yg cukup berdekatan membuat dia benar2 dilupakan..........
Post a Comment