Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Tuesday, June 14, 2011

Lawan Rachman: Pornsawan Porpramook



Dari sumber yang layak dipercaya, lawan pertama kali bagi Muhammad Rachman untuk mempertahankan gelar WBA kelas terbang mini WBA adalah Pornsawan Porpramook (22-3-1, 16 KO), kelahiran Sa Keo, Thailand, 10 Maret 1978. Menilik rekor Pornsawan di boxrec.com yang relatif sering tampil dalam partai kejuaraan dunia, termasuk terakhir seri melawan juara WBC kelas terbang mini, Oleydong Sithsamerchai yang pernah menjinakkan Rachman, tampaknya petinju ini bukan kelas ayam sayur yang akan mudah begitu saja ditundukkan.

Sesuai hasil jumpa pers yang dihadiri oleh SCTV dan kubu Rachman, pertandingan disepakati pada tanggal 23 Juli mendatang. Dari hasil pengecekan pada situs WBAonline.com, peringkat lawan Rachman ini adalah pada urutan 11 daftar penantang terbaru bulan Mei 2011 (update Juni 2011).

13 comments:

Anonymous said...

Dengan bermain dikandang sendiri kans rahman memenangi pertarungan cukup besar mungkin bisa 60:40, apalagi di 4 pertarungan terakhir penampilan Rahman msh baik khususnya dari sisi stamina..dng bermain dikandang sendiri motivasinya pun akan berlipat ganda apalagi dia pasti akan mendapatkan keuntungan non teknis

wong said...

asik..ada tontonan bagus lagi di negeri sendiri..Ayo rahman..mudah2an berhasil..

gendeng boy said...

smg menang Om Rahman.....

di peringkat WBA kls bulu nama Y.Gamboa uda gk dicatat lg sbg unified champion. posisi Cj jd lbh aman

Anonymous said...

Porpramook sepertinya bagus jg ya.. Rekornya cukup mantap jg, bs jd lawan yg cukup merepotkan bagi sang juara dunia "baru tp lama" Muhammad Rachman. Namun kans M.Rachman utk menang lbh besar, disamping bertanding di depan publiknya sndiri, namun mmng penampilan M.Rachman terakhir saat merebut gelar juara kmrn msh termasuk bagus. Semoga sukses,Muhammad Rachman!

-Aryo Sulkhan-

Anonymous said...

gimana kabar calon juara dunia ketiga nih, kok belum ada kabarnya

Anonymous said...

CJ lagi ngapain yah? sunyi senyap...

Anonymous said...

bakal terjadi pertarungan yang sengit neh, kualitas porpramook juga bagus, rahman harus tampil taktis jgn mengumbar pukulan dan tenang, jaga stamina. porpramook juga punya killing punch yg bisa merepotkan rahman

Anonymous said...

Kemana berita soal tinju neh..sedikit sekali..update soal CJ dan daud yordan juga sedikit..Yang ada kongres PSSI terus..banyak korupsi dan politiknya..duh..cape deh...

wong said...

coba kita punya 4 juara dunia..atau setidaknya penantang juara dunia..paling tidak setiap 2 bulan sekali kita bisa menyaksikan siaran tinju dunia yang melibatkan petinju kita..Paling tidak bisa mengobati kerinduan kita dalam melihat jagoan lokal bertarung melawan petinju luar negeri..bisa membantu menghilangkan dahaga akan prestasi olahraga tinju yang kurang diperhatikan pemerintah dan partai politik yang busuk semua..pilih kasih dan hanya memanfaatkan olahraga untuk kepentingan politik..Tapi setelah dipikir-pikir, semua itu kembali kepada petinju itu sendiri juga kalo ingin maju..Rata-rata petinju meksiko dan filipina juga lahir dari kemiskinan, dan tekad serta keuletan dan mentallah yang membuat mereka jadi juara dunia..Semoga petinju2 kita semakin banyak yang memiliki keuletan, disiplin, mental, dan tekad seperti CJ..Bagi saya, CJ adalah panutan yang perlu dicontoh..

Anonymous said...

Craig lagi bingung nyariin CJ lawan. Mustinya sdh disiapin jauh2 hari kalo habis menang lawan DY langsung dipromokan prtndingan berikutnya. Craig selalu seperti itu. Itu yang slma ini membuat emas murni seperti CJ jadi krng bersinar di dunia internasional. Kalau zaman2nya menang lawan JMM, siapa aja lawan CJ pasti CJ menang. Tapi dasar si Craig ini kbnykan cari2 lawannya jadinya masa emas CJ dah rada kelewat. Skrng umur bertambah semakin sulit lg nyari lawan.

lamont said...

memang boleh dibilang keadaan Indonesia itu tidak ramah terhadap dunia tinju. kalau ada sesorang yang ingin jadi petinju, maka akan kebingungan untuk membeli peralatan latihan yang memadai dan terjangkau.
istilahnya mau beli alatnya saja bingung tempatnya dan mahal lagi, mending urungkan niat jadi petinju.:)

Anonymous said...

Hahaha.. Bung Lamont malah bikin bibit2 muda pd males latihan tinju nih. Tinju itu kemauan, sdh dijelaskan sebelumnya bahwa rata2 adalah dari kemiskinan, jadi bila kemauan mereka keras pasti tetap akan memilih jalan sbg ptnju. Biarpun mereka susah utk membeli peralatan, bila mereka bergabung dgn salah satu sasana & menunjukkan keseriusannya dlm berlatih, sdh pasti persoalan peralatan bukanlah masalah, rata2 sasana sdh memiliki peralatan yg lengkap. Asalkan ptnju tsb memiliki kemauan, pelatih jg tdk akan tinggal diam.

-Aryo Sulkhan-

lamont said...

bukan maksud saya buat jatuhin mental bibit2 petinju. cuma saya lihat memang untuk beli peralatan tinju itu jauh lebih susah dibanding olahraga beladiri lain.

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.