oleh Angel Saragih
Ada kejadian yang cukup aneh di dunia tinju pro nasional. Melibatkan dua orang petinju kakak beradik yang berdomisili di salah satu kota di daerah Jawa Timur. Bisa jadi ini adalah pertama kali dalam sejarah tinju pro nasional. Mereka adalah kakak beradik, namun keduanya sejak tahun 2006 sudah tidak pernah bertemu dan cenderung tidak rukun.
Sang kakak, petinju veteran berinisial IK, berulang kali mendapatkan getah dari kelakuan sang adik yang juga petinju, berinisial ON. Sang adik banyak melakukan hal-hal yang kurang pantas terhadap beberapa petinju maupun tokoh tinju di Indonesia, namun mengatasnamakan dirinya sebagai sang kakak. Kebetulan wajah keduanya hampir ada kemiripan, dari bentuk wajah dan postur tubuh.
Sang kakak yang tidak tahu apa-apa sering mendapat getah dari korban-korban sang adik. Kamis (09/06) siang, lebih dari 10 petinju yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia datang ke Sasana Sindoro Satriamas Semarang, mereka menemui sang manager Aryo Sulkhan dan dengan sopan menanyakan keberadaan petinju yang bernama IK. Mereka datang karena mereka mendengar bahwa IK akan menerima kontrak pertandingan di Jepang melalui Aryo Sulkhan. Berhubung IK memang ada, maka Aryo Sulkhan mengatakan bahwa IK memang berada di sasana tersebut untuk melakukan persiapan.
Saat para korban dengan geram menemui IK di dalam mess petinju Sasana Sindoro Satriamas, ternyata yang mereka temukan adalah IK, bukan ON. Hampir saja mereka melimpahkan kegeraman kepada IK. Beruntung keributan bisa dihindari, lalu akhirnya mereka duduk bersama dan saling bercerita tentang kelakuan adik IK yaitu ON yang telah menipu mereka, pada waktu itu ON memperkenalkan diri dengan nama IK, mereka semua percaya karena memang ada kemiripan.
Namun yang tidak disangka, ternyata IK juga merupakan korban penipuan yang dilakukan adik kandungnya sendiri. Akhirnya, semua korban terlihat lesu dan sudah pasti akan kembali dengan tangan hampa. Mereka merasa benar-benar tertipu oleh kelakuan ON. Setelah beberapa saat melakukan pembicaraan, semuanya saling bersalaman dan berpamitan untuk kembali ke daerah mereka masing-masing.
Semoga semua permasalahan akan dapat diselesaikan dengan baik. Pesan para petinju yang menjadi korban kepada ON, apabila memang ada sesuatu, lebih baik diselesaikan dan dibicarakan agar semuanya menjadi jelas. Kita semua insan tinju Indonesia hidup dalam dunia yang penuh sportifitas dan berusaha untuk tetap berjiwa ksatria. Jangan memulai masalah, dan jangan menambah masalah yang ada. Semua demi kemajuan tinju Indonesia.
Friday, June 10, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
7 comments:
Ha ha ha ha ha. ON yang ngelakuin Bung AS yang kena dampaknya. Gak bisa gue bayangin 10 petinju dateng trus ngamuk di sasana Sindoro Satria Mas. Salut gue ama Bung AS yang sanggup meredam kemarahan petinju dan menjadi penengah yang baik.
Jangan godain AS, dia lagi pusing tujuh keliling, emosi memuncak... nanti bisa kena jab nyasar.
Situasi begini, sebaiknya jangan dekat2 AS, apalagi manas2 in dia, ingat lawan Anda mantan petinju amatir loh... ~~peace~~
Disco said:
Jangan kaget, dunia tinju kita emang begitu. Banyak petinju yang ganti-ganti nama kalau naik ring (padahal orangnya dia-dia juga) lha wong juara dunia kita aja Muhammad Rachman waktu belom ngetop setidaknya pernah naik ring dengan dua nama beda-beda: Achmad Rabar dan Muhammad Akbar.
ON = Ongen ngabalin????
Ik = I komang putra????
Aryo Sulkhan said :
ON = Bisa ya bisa tidak.. :p
IK = Salah! Hahahahah..
Sy sendiri jg heran, kok bisa2nya ya ada kejadian seperti ini, melibatkan sy pula, ampun dah! Mana kondisi lg emosi, eh dapet kejadian ini jg.. Apa salah & dosaku? OMG.. :D
ON: Oryo Nulkhan
IK: Iryo Kulkhan
Hahahahaha
Disco:
Ganti nama itu sah-sah aja dalam tinju. Di thailand, seorang petinju bisa 10 kali nama sepanjang karirnya. Dia ganti sasana atau ganti sponsor nama berubah.
Di negara lain, juga ada kejadian. Yang paling melegenda adalah Cassius Clay berganti jadi Muhammad Ali.
Belum ada badan tinju yang mengatur masalah pergantian nama ini. Saya rasa memang perlu diatur, sehingga tidak simpang siur.
Post a Comment