Maaf, tulisan hasil Poonsawan Porpramook vs Muhammad Rachman terlambat, karena saya waktu saya tersita untuk mengirim artikel ke Fightnews dan majalah Jepang. Saya kira 99% dari semua yang menyaksikan baik dari layar TV maupun langsung di studio, bahwa Rachman sangat layak menang. Pukulan-pukulan counter Rachman banyak yang masuk dengan bersih, baik di wajah maupun badan Porpramook. Sedangkan Porpramook memang bermain agresif, tapi pukulan-pukulannya hampir semua mampu diblok oleh Rachman baik dengan double cover, bahu maupun tangan Rachman.
Nilai 114-114 (Sylvestre Abainza, Filipina), 113-115 (Takeshi Shimakawa, Jepang) dan 113-114 (Wan So Yuh, Korea Selatan) untuk kemenangan angka mayoritas bagi Pornsawan Porpramook, langsung menuai protes keras dari pendukung Rachman dan beberapa penonton. Untunglah semua berhasil dikendalikan, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Akibat situasi yang tidak kondusif itu, beberapa partai tambahan akhirnya dibatalkan.
Kubu Rachman sendiri kini tengah menanti hasil test urine (doping). Pihaknya mencurigai bahwa kubu lawan menggunakan doping karena penampilannya seolah tanpa lelah sepanjang 12 ronde. Jika melalui test doping gagal, upaya berikut kubu Rachman adalah melayangkan surat protes beserta rekaman pertandingan ke WBA, serta meminta dilakukan pertandingan ulang.
(Ulasan beserta foto-foto di Fightnews: Silakan klik di sini)
22 comments:
rasanya ga ada lagi tanding ulang, karir rachman juga selesai sampe disini...
fiuhhh.....
Memang tidak semua protes ke badan tinju dunia bisa disetujui oleh badan tinju tsb,jika hasil pertarungan tidak terlalu mencolok / berlebihan mereka tidak akan menyetujui/acc surat protes tim yg merasa dirugikan......memang kita tahu Rahman menang sabtu malam kemarin tetapi apakah kemenanganya sangat mutlak.??,sepertinya tidak, dia hanya menang tipis saja,mungkin ini bisa menjadi bahan pertimbangan WBA utk menolak layanan protesnya...tetapi tentu saja kita harap tidak demikian,walaupun saya setuju dng pendapat bung Alvin......
Yah kemarin sebetulnya menangnya tipis-tipis saja...
Memang menang tipis, namun sy tetap mencium adanya ketidak beresan dgn hasil pertarungan tsb, disini terjadi sedikit kecurangan di pihak hakim yg bertugas. Entah ada perjanjian apa namun sy yakin mereka masing2 memihak pihak Thailand & Galaxy Promotions.
Olahraga tinju pro di level seperti ini sangat beresiko dgn kecurangan, sy rasa manager M.Rachman, Bung Erick Purna, malam itu lengah & kecolongan, beliau tdk memperhitungkan "sisi tersembunyi" yg terjadi dibalik dirinya. Beliau tdk menyangka bahwa penilaian yg berat sebelah tsb bukan memihak kpd dirinya sbg penyelenggara pertandingan, namun ternyata berpihak kepada pihak Thailand.
bisa dimaklumi, karena negara indo ini terkenal uang yang mengatur. kebetulan semua hkimnya dari asia, jadi sdh ngerti indo. apalagi kitakan bangsa permisif... mana ada petinju tuan rumah kalah tipis, kalaupun ptnju tuan rumah kalah tipis itu biasanya didongkrak dari kalah angka banyak. indo indo... dasar negara bukan-bukan. boro2 menpora mikirin rahman, mending dia mikirin KPK. wkwkwk
Lek soal karier rahman tk fikir blum hbis dia msh punya smangat juang yg sangat tinggi,a jg knal sosok rahman! Tp hasil kmarin sangat mengecwakan skali
Selayaknya M.rahman memperjuangkan tarung ulang..Dalam tinju pro hasil yang mengejutkan ini memang sudah biasa, cuma saya benar2 heran ini bisa terjadi pada petinju tuan rumah yang notabene adalah pemegang juara dunia.Umumnya yang terjadi adalah home decision yang menguntungkan petinju tuan rumah. Bahkan sekalipun pertarungan ini dilaksanakan di negara netral seperti Amerika, secara fair M.Rahman mungkin akan dinyatakan menang angka mutlak..Mudah-mudahan aja bisa tarung ulang lagi, di Singapore bareng Chrisjohn aja..Pasti seru..
Rachman nya pasti tetap semangat, tapi masalahnya ada yg mau promotorin lagi ?
UUD = Ujung Ujung ny Duit...
kmrn aja mempertahankan gelar aja ga ada perhatian dr pemerintah..
sepakbola yg baru lolos ke babak 2 apa 3 ya kmrn, 1 org dpt bonus 30jt..
kalo tinju, cari sponsor aja ngap ngap an,
Yang jadi permasalahan apakah WBA menerima surat protes dari Rahman.?, karena mereka tidak akan melihat apakah Rahman sbg Juara atau apakah rahman bermain dikandang sendiri tetapi mereka hanya melihat apakah ada kecurangan yang terlihat sangat jelas dlm pertarungan tsb...nampaknya hanya akan terlihat penilaian yg sedikit berat sebelah dan itu sudah sangat lumrah di dunia tinju.
Kalau soal semangat bertinju Rahman emang tidak diragukan lagi...........
bung aryo dimana bung max
Berita kompas hari ini.
Mungkinkah Chris John Berani Menghadapi Yuriorkis Gamboa
Yuriorkis Gamboa (29) saat ini merupakan petinju yang menguasai dua sabuk gelar juara dunia kelas bulu sekaligus, baik versi IBF maupun WBA. Sementara itu, Chris John (31) yang sudah mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu versi WBA hingga 10 kali menjadi pemegang gelar Super Champion di kelas yang sama dengan Gamboa. Itu sebabnya, belakangan, setelah mampu menjadi juara dunia WBA 2009, Gamboa yang berasal dari Guantanamo, Kuba, tergelitik untuk menantang sang Super Champion asal Banjarnegara, Jawa Tengah, itu. Baik Chris John maupun pelatih sekaligus tim manajernya, Craig Christian, asal Australia, belum memberikan konfirmasi yang tegas tentang kemungkinan Chris menghadapi Gamboa. Itu sebabnya, di majalah tinju dunia, The Ring, edisi Agustus 2011, Barry Rabbits, salah seorang pemerhati tinju dunia, menulis, dengan menerima tantangan Gamboa, hal itu merupakan salah satu cara bagi Chris John untuk mengangkat kehormatan gelarnya sebagai petinju terbaik di kelas bulu WBA. Apalagi, lanjut Rabbits, The Ring menyediakan gelar untuk mempertemukan juara WBA dan Super Champion WBA yang kebetulan masih belum ada ja- waranya saat ini. Lawan De Leon Mengingat saat ini Chris John masih belum memberikan jawaban atas tantangan Gamboa, pemegang medali emas Olimpiade 2004 Athena itu pun mencari lawan lainnya. Menurut Richard Schaefer, salah satu petinggi Golden Boy, promotor tinju milik Oscar De La Hoya, Gamboa akan dihadapkan dengan Daniel Ponce De Leon, petinju asal Meksiko yang pada 27 Juli lalu genap berusia 31 tahun. Pertarungan Gamboa versus De Leon direncanakan berlangsung pada 10 September di Andrian Phillips Ballroom, Atlantic City, New Jersey, AS. Tentu lawan yang dipilih Gamboa itu merupakan lawan yang tidak kalah berprestasi. Sebab, dari 44 pertandingan yang pernah dilalui, De Leon mampu menang 41 kali. Dari 41 kali kemenangan tersebut, ia mampu menang knock out (KO) 34 kali. Sementara tiga pertarungan lainnya diakhiri dengan kekalahan. Sekalipun belum ada kemungkinan untuk menghadapi Chris John, Gamboa tetap optimistis dengan laga-laga berikutnya. Ini termasuk menghadapi De Leon, yang nantinya berlangsung 12 ronde. ”Ini akan menjadi pertarungan ketiga kalinya berturut-turut bagi saya, untuk menghadapi juara atau mantan juara dunia dari Meksiko,”tutur Gamboa. ”Dan, saya tahu, Meksiko memiliki kisah panjang tentang juara-juara dunia. Begitu juga dengan Kuba. Itu sebabnya, saya akan berusaha memperbaiki penampilan saya karena saya tidak ingin mengecewakan pendu-kung saya,”katany a . Rasanya, Chris John juga tak ingin mengecewakan pendukungnya, bukan? (NIC)
Bagaimana komen teman2? Rasanya ngecewain atau tidak chris john. Fight gamboa or not? Take ring belt or fight another tomatoes fighter?
Lha dari Rachman kok tiba-tiba beralih ke CJ?
omong2, Gamboa sekarang sudah bukan juara baik si WBA/WBC/IBF. Katanya ada masalah hukum/KDRT,
Bung JP, tinggal CJ juara dunia kita. jadi gosip tinggal CJ aja.. hiksss. Btw gamboa lepas gelar karena takut mandatory fight harus ke Indonesia. hahaha
cj udah pasti menang, tidak usah bertarung, lewat analisa kita aja yg 220 juta penduduk rakyat indonesia, pasti cj lebih unggul dari gamboa, salido, gonzales...bahkan cj skillnya lebih dari pacquiao, buat apa cape2 bertarung, cj sudah pasti menang
Aryo Sulkhan udah ada itu diatas.. :D
bung aryo saya salut untuk praktisi kita yang satu ini jangan pantang menyerah
suatu hari nanti bung aryo pasti akan ada juara dunia dari Boxing Camp sindoro satriamas Semarang
gamboa gelranya dicopot bukan gara2 masalah hukum
pertama gelar IBF dicotopt gara2 pas penimbangan berat badan ulang untuk jorge solis dipertarungan gamboa-solis, gamboa gk datang dan melanggar peraturan IBF, meskipun gk bermaslah menurut peraturan WBA
terus karena gelar IBFnya ilang ujung2nya gelar unified champion wba juga dicopot karena gamboa udah gk 'unified' lagi
tapi mau bagaimanapun fans2 tinju diluar negeri tentunya masih pada menganggap gamboa petinju top di kelas bulu dan kalau cj gk ngelawan gamboa pasti dianggapnya kabur
Saya akan melawan siapa saja, persoalannya Gamboa tidak berani datang ke Indonesia sesuai permintaan pelatih saya Mr. Craig. Setelah team saya berunding, saya berencana akan naik kelas secara bertahap sampai mencapai light middleweight dalam waktu. Sesuai rencana team, sy akan pensiun pada umur 34 tahun dan akan mengakhiri karir saya dengan rekor tak terkalahkan dengan lawan terakhir sebagai pertandingan perpisahan yang akan dikemas dalam pertandingan tinju terbesar Indonesia abad ini versus Mr. Jamed Jalarantai. Saksikanlah...
tangal 14 agustus abner mares vs joseph agbeko semoga ada yang menyiarkan
Hahahahah.. Asem! Kok Jamed Jalarantai di ikutkan disini? Dia kan ga tau apa2.. Sy ini sedang kembali fokus utk petinju sy yg lain, Arief Blader, yg akan kembali bertarung tgl 17 September di Flores melawan Carlos Lopez, utk perebutan gelar lowong nasional KTI kelas Bulu,Jr. Yah siapa tau gelar KTI bisa direbut sekalian oleh Blader, bukan apa2, cuma buat koleksi aja di sasana. Heheheheh
Post a Comment