
Hari ini, 33 tahun lalu di Superdome, New Orleans, Louisiana, AS, terjadi pertarungan bersejarah antara sang legenda Muhammad Ali vs. Leon Spinks, petinju yang baru saja melucuti mahkota kelas berat milik Ali (sabuk WBA dan WBC kelas berat) pada Februari di tahun yang sama dengan kemenangan angka tipis di Las Vegas. Gelar WBC tidak dipertandingkan, karena sabuk tersebut telah dicopot dari pinggang Spinks sebab dia menolak mempertahankan gelar melawan penantang No. 1 WBC, Ken Norton.
Pertandingan ini adalah kebalikan dari pertandingan pertama. Dalam pertandingan pertama, Ali malas berlatih, sehingga tampil buruk di hadapan petinju yang usianya jauh lebih muda ini. Dalam pertandingan kedua, Spinks yang mabuk kemenangan lebih banyak menghabiskan waktunya di klub-klub malam, menikmati hidup, dan sering meninggalkan sasana tanpa alasan jelas. Sebaliknya Ali mempersiapkan diri dengan baik.
Disaksikan sekitar 63,000 penonton, pertandingan ini berjalan kurang menarik. Sepanjang pertandingan Ali terus melakukan strategi pukul-rangkul. Jab-straight, lalu Ali meraih tengkuk Spinks kemudian dan merangkulnya. Walaupun pertandingan berjalan menjemukan, namun strategi ini berjalan baik buat Ali. Ali juga kembali menampilkan langkah kaki yang enteng dan menari-nari sepanjang pertandingan. Sesuatu yang hilang pada pertandingan Ali vs Spinks 1.
Hasil penilaian sepanjang 15 ronde pada saat itu, 2 hakim menyatakan kemenangan Ali 10-4 dan 1 hakim 11-4, dan Ali dinyatakan menang angka mutlak. Kemenangan Ali ini dicatat dengan tinta emas pertinjuan dunia, Ali dinobatkan menjadi petinju pertama yang menjadi juara dunia kelas berat sebanyak 3 kali.
Hampir setahun sesudah pertandingan ini, tepatnya 6 September 1979, Ali menyatakan mengundurkan diri dari dunia tinju. Jika saat itu Ali tidak tertarik dengan iming-iming Don King untuk mempertemukannya dengan Larry Holmes, tentu sangat baik bagi dia. Sayang, Ali silau oleh rayuan Don King, sehingga dia dipermalukan oleh Holmes. Pasca menyerah dari Holmes pada tahun 1980, Ali kembali turun di Bahama dan kalah angka dari Trevor Berbick.
Sebelumnya, pada tahun 1977, sahabat sekaligus dokter pendamping Ali di Sasana, Dr. Ferdie Pacheco, meninggalkan Sasana milik Ali karena Ali mengabaikan sarannya untuk pensiun dari tinju. Dr. Pacheco memperhatikan gerak Ali mulai melambat dan dari hasil analisisnya serta diskusi dengan beberapa rekan dokter lain, dia menyimpulkan ada suatu masalah besar pada syaraf Ali. Walaupun Pacheco sudah mundur dari Sasana, sebagai sahabat mereka masih saling berhubungan, dan Pacheco terus menasehati Ali agar segera pensiun dari ring.
No comments:
Post a Comment