Pertandingan ketiga Pacquiao vs Marquez kembali ditandai hasil kontroversial. Kali ini keputusan yang diambil jauh lebih kontroversial dari keputusan-keputusan sebelumnya, di mana kedua petinju memang tampil berimbang.
Dalam pertandingan yang disiarkan langsung oleh RCTI tersebut, Marquez yang bertubuh begitu besar tampak dominan, walau Pacquiao lebih agresif. Marquez benar-benar memanfaatkan kemampuan alamiahnya sebagai petinju counter fighter. Kubu Pacquiao yang sudah belajar dari dua pertandingan sebelumnya, sepertinya 'jeri' dengan gaya counter fighter yang diusung Marquez, dan tidak mau beresiko berjibaku adu pukul seperti biasanya. Pacquiao mencoba melakukan serangan 'hit and run', dan tidak mau terperangkap adu pukulan dengan Marquez. Karena gaya tersebut bukan gaya alamiah Pacquiao, dia tampaknya seperti canggung dalam mengembangkan strategi tersebut. Hasilnya, meski dia banyak melemparkan pukulan, dalam pengamatan saya pukulan-pukulan Pacquiao tersebut sama sekali tidak efektif. Justru dalam beberapa kali kesempatan, Marquez berhasil mendaratkan bogem yang kuat. Di luar kebiasaannya, begitu mendapatkan kesempatan meluncurkan pukulan counter yang mendarat bagus, Marquez akan langsung menyerbu. Kali ini tidak. Setelah pukulan counternya mendarat, Marquez senantiasa menunggu, dan pukulan counternya siap mengancam lagi. Tampaknya dia juga tidak mau terlibat kontak adu pukulan dengan Pacquiao. Namun gaya super counter yang diusung Marquez ini justru sebetulnya sangat efektif (sayang para hakim kurang "mudeng" dengan tujuan Marquez ini). Pacquiao sendiri bahkan tampak frustrasi dengan gaya yang dikembangkan oleh Marquez tersebut.
Tampaknya pemahaman saya, dan sebagian besar penonton tinju dunia, tidak sependapat dengan para hakim yang memberi nilai 115-113 (Dave Moretti), 114-114 (Robert Hoyle) dan 116-112 (Glenn Trowbridge), sehingga Pacquiao dinyatakan menang anga mayoritas (majority decision).
Menurut saya, Pacquiao - Marquez III ini sangat mirip dengan M. Rachman vs Pornsawan Porpramook lalu. Rachman tampil dominan dengan gaya counter fighter, sedang lawan tampil agresif tapi tidak efektif. Hasilnya, Rachman kalah angka (juga dengan majority decision) sangat kontroversial.
Bagaimana dengan penilaian Anda? Silakan ikut dalam polling di website ini, untuk turut menyuarakan siapa pemenang Pacquiao vs Marquez III yang sesungguhnya. Juga silakan berkomentar dalam kolom comment di artikel ini.
Monday, November 14, 2011
Pacquiao-Marquez: Kontroversial Lagi!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
38 comments:
saya tidak melihat Paquiao memenangkan satu ronde pun. Justru Marquez berhasil unggul di satu dua ronde,sehingga Marquez seharusnya unggul di semua perhitungan wasit dengan satu-dua poin. ronde2 selebihnya cenderung draw.
Keseluruhan pertarungan berjalan biasa-biasa saja, hanya di ronde 9 benar2 terjadi pertarungan. Tidak terlihat skill luarbiasa Pacman yang mampu menyerang lawan dari semua sudut pukul. Justru Marquez yang tampil lebih efektif.
Style makes fight, itulah yg terjadi. Pacman selalu kesulitan setiap kali berhadapan dengan Marquez. Pacman sepertinya memang hanya cocok melawan petinju yang lebih besar dari dia :-D
Marquez harusnya menang angka mutlak,
Marquez saya kira memang layak menang mutlak. tapi kalau satu ronde pun Pacquiao tidak bisa menang, saya tidak setujulah... Paling tidak 2 ronde terakhir dan ronde 1-2 dia dapat skor. Tapi selebihnya Marquez.
Kurang seru nih kalau pendukung Pacman belum bersuara... apalagi bagawan tinju indonesia bung AS, sebagai pendukung Pacquiao "hidup+mati" belum bersuara... ayo bung Aryo, keluar dari sangkarmu, dan suarakan pendapatmu.
marquez menang tipis..atau setidak2nya draw..supaya ada pertandingan ke 4 he3..*ngarep mode*
menurut saya harusnya marquez yg menang karena lebih banyak mendaratkan pukulan bersih ketimbang pacman. mungkin top rank punya rencana lain.....biasalah ujung2nya duit. Pacman masih dinilai lebih menjual daripada marquez.
Seperti yg sering disebut oleh M.Nigara bahwa tinju itu bisnis siapa yg memiliki nilai jual lbh baik dialah yg akan diuntungkan....andaikata JMM yg dimenangkan oleh dewan juri spt.nya prestise utk pertarungan Pacman melawan FMJ dll jadi menurun.
Pacman kemarin bukan hanya seorang juara WBO tetapi juga seorang superstar itulah resiko yg harus dihadapi JMM.
pertarungan biasa2 saja.. monoton.. marquez kelihatan cuma bertahan.. membosankan.
Kayaknya kemarin pukulan Marquez lebih banyak masuk daripada Pacman, terutama counter-nya. Emang sih belakang Pacman nyerang-nya lebih sangar dan agresif, tp gak dominan. Apa saya yg salah lihat yahh...?
Scorecard saya 116-112 untuk JMM. Ini membuktikan saya masih amatiran dan newbie dalam hal menilai pertinjuan hahahahahahaha..
Felix
yoi gan.. monoton.. Marquez cuma defend utk ngincar counter terus.. mana lagi nonton hujan deras, jadi kurang denger respon suara penonton..
Marquez mukul kena, Manny mukul juga kena.. jadi menurut ane draw..
Untuk ronde2 yg terlihat draw, biasanya hakim kasih keuntungan angka utk yg lebih agresif CMIIW
Sebenernya pertandingan kurang menarik. hanya nama besar keduanya yang membuat setiap ada pukulan masuk maka pemirsa langsung heboh. Coba kalau itu jamed jalarante yg tanding, harus pukul2an non stop baru penonton nanya kesebelah ada apa itu diring. hahaha.. canda bung AS
Jadi ketegangan kita hanya mengingat nama besar keduanya. Namun pertandingan yg kurang menarik itu meninggalkan pertanyaan: ADA APA DENGAN PAKIO?
Nampaknya Pakio sedang main sinetron lagi, makanya sblm tanding dia sudah komen dimedia2, gak penting menang KO, menang angka saja sudah cukup.
Selesai pertandingan Arum lngsng bilang akan ada pakio - markes yang ke IV. Selama ini team pakio sdh susun sinetron pertandingan yg aman buat pakio. Ingat umur markes sdh 38 dan dgn style bertinju kmrn counterfighter dan gak dilanjutkan dgn jual beli pukulan penuntas, gak ada yg KO, maka sinetron kmrn sukses ditayangkan.
Tinju adalah bagian dari bisnis om Bob. Skor bisa diatur yang penting gak ada yang KO. Pemirsa penasaran adalah bagian dari bisnis. Daripada mikirin FMJ, apalagi Hi risk low reward lawan Bradley, Khan, Maidana, mending Bob arum cetak uang lagi dgn markes. Tunggu saja Pacquiao - Markes IV. Prediksi ama sinetron suka ga nyambung.
Hahahaha. Kali ini sy mengakui bahwa Marquez yg seharusnya memenangkan pertarungan ke 3 tersebut. Pacquiao terlihat sangat frustasi dgn gaya bertarung Marquez yg "memang" monoton, namun ternyata sangat efektif. Memang style seperti itulah yg sanggup mementahkan style Pacquiao. Benar yg Bung JP sampaikan bahwa pertarungan ini mirip dgn pertarungan M.Rachman kmrn, sama2 berakhir kontroversial.
Viva Mexicano !!!
Aryo Sulkhan
www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=108009
"Saya akan berusaha dan membuat rematch berlangsung Mei 2012. Saya menjamin dan telah memutuskan untuk mencari pemenang sejati sekali dan untuk selamanya," ujar Arum.
Pacman sama sekali tak keberatan. "Saya sepenuhnya siap untuk itu," tegas Pacman.
"Ini sebuah pertarungan yang tak ingin saya lakukan lagi. Tapi, saya kira kami memang harus (rematch)," ujar Roach.
Cepet amat skrip sinetronnya dibacain.
YANG JAUH LEBIH CONTROVERSIAL, FLOYD YG JELAS2 GAK BERJIWA SPORTIF MAIN GEBUK ORTIZ GA SIAP, blm/ tdk ada rematch.
Akuuuuuuuuuuu tertipuuuuuuuuuuuuu
bulan mei sebetulnya dicanangkan pacquiao vs floyd. Floyd barusan merespons siap meladeni Pacquiao demi menghormati Joe Frazier (walau saya gak tahu apa hubungannya antara menghadapi pacquiao dan menghormati joe frazier...) tapi yang waras iya iya aja deh... hahaha
menurut penilaian saya seharusnya 113-117 untuk Marquez
ane 8-4 utk pacquiao....
Sebuah antiklimaks.Sebelumnya Pacqiao
digembar gemborkan sangat superior dan bakalan membantai dan mengKOkan Marquez dalam beberapa ronde aza.Tapi kenyataannya daam pertarungan malahan
Pacqiao yang keteteran.Setelah bel pertanda 12 ronde usai,Marquez mengangkat kedua tangannya bak memenangkan pertandingan.Sedangkan Pacqiao tertunduk lesu seolah2 tahu gak bakalan menang,tapi hasil wasit justru menghadiahkan kemenangan untuknya.Itulah tinju,kalo Pacqiao dinyatakan kalah,rencana masa depan
om Bob bakalan berantakan tuh.
Bosen nonton Pacquiao vs Marquez lagi.. Mendingan nonton Doraemon aja bareng teman baikku Max Muscle.. ;p
Aryo Sulkhan
YAAAAA..... CAPE DEH....
NGGAK DA PUKULAN KO NYA....!!!!
BORING BOXINK GARING...
tunggu saja pakio - markes IV. Itu baru pertandingan yang sebenarnya. Bob arum paling bisa cari duit.
Heran sekali sama orang indonesia, Marquez merasa 'dirampok' sama Pacquiao, kita bela Marquez setengah mati dan menuntut keadilan, tetapi ketika marquez merasa 'dirampok' oleh Chris John, orang indonesia gak ada yang belain Marquez, skor rampokannya lebih besar dari Pacman yaitu 117 - 111, 116 - 110, 116 - 112 buat kemenangan CJ.
ada yang bisa jawab?
Anonymous, dalam pengamatan saya, JMM - CJ should split decision or draw. CJ efektif di ronde2 awal shg bikin JMM mati kutu, tapi keteteran di ronde2 akhir. Soal perhitungan angka yang terlalu jomplang, yes saya berani bilang kurang fair buat JMM.
Kalau lihat dari ringside, memang jelas sekali jab-jab tajam CJ menghujani JMM di awal-pertengahan ronde.
(jab-jab tajam ini agak berkurang efeknya kalau dilihat di TV atau rekaman video, karena suara gloves memukul wajah tidak terdengar jelas. tapi kalau di sisi ring, itu jelas sekali). Itu mungkin kenapa hakim menilai kemenangan mutlak CJ.
JMM bangkit di 1/3 akhir pertandingan, tapi banyak mengincar badan CJ. Badan memang salah satu daerah sasaran pukulan, tapi biasanya hakim lebih suka menilai pukulan yang masuk ke wajah daripada badan. Itu pendapat saya.
Dalam foto2 sehabis pertandingan, muka JMM penuh luka2 akibat sengatan jab CJ. Sedang pengakuan CJ, badannya biru-biru dan sakit semua akibat body punch JMM.
Ingat, kemenangan CJ ditambah dengan pemotongan angka dua kali, jelas suatu hal yang fair, karena kamera saya menangkap ada 2-3 adegan pukulan JMM nyasar ke burung CJ.
Wartawan amerika yang ada di sebelah saya, juga menilai CJ unggul telak dalam pertandingan tersebut. Bahkan dia sudah mengulangi beberapa kali video CJ vs JMM, tetap dia menilai CJ menang.
http://www.thesweetscience.com/boxing-article/3470/chris-john-ud12-juan-manuel-marquez/
Di luar menang atau kalah... Penampilan CJ vs JMM adalah pertandingan terbaik yang pernah saya lihat langsung di ring. Itu juga merupakan penampilan terbaik CJ yang pernah saya lihat.
ya, setuju. pertandingan melawan Marquez adalah salah satu pertandingan terbaik sekaligus terberat buat CJ. kalau dari sisi point, saya cenderung menilai draw atau split decision buat CJ karena dua point deducted tersebut.
However, sebelum mengakhiri karirnya, sudah seharusnya CJ mencanangkan 1-2 big fight untuk lebih mengukuhkan legitimasinya di kelas bulu yang belakangan merosot, bahkan sampai keluar dari 25 besar P4P.
Mudah2an apa yang Pak Raja Okta inginkan yaitu big fight buat CJ di 2012 terealisir.
Jeff : oke itu pendapat anda, tetapi banyak juga pendapat yang lain bahwa pertarungan itu kontroversial dengan poin yang sangat jomplang 117-111, pukulan marquez juga banyak yang telak ke arah kepala CJ, bahkan beberapa kali CJ sempat agak goyah, apakah itu tidak dihitung penilaian
untuk low blow 2 poin potongan, gw liat lewat slow motion ternyata kena tepat di sabuk CJ bukan dibawah sabuk CJ, bisa di cek di youtube
PENIPUAN PUBLIK.
Dalam pengumpulan angka Marques jauh lebih unggul, namun Paqiau lebih muda usianya jadi lebih punya peluang untuk bisnis
menang lawan marquez di bilang curang, lawan merdov di kata2in...
yo wis sing sabar wae ya CJ..
masuk kanan kluar kiri, sing penting super champion & undefeated..
Yg sudah ya sudah.. Marquez jg udah ga mempermasalahkan soal pertarungan vs CJ. Yg penting sekarang, gimana caranya tinju pro Indonesia bisa maju, itu permasalahan yg paling utama utk diselesaikan. Siapa tau Bung Okto, Bung Pino Bahari, Bung Erick Purna, atau siapapun sanggup membuat event rutin seperti GTPI lg, sy jamin tinju Indonesia bisa maju kembali seperti masa keemasan GTPI beberapa waktu yg lalu. ;)
Aryo Sulkhan
Om aryo aja buat event kaya sabuk emas RCTI dulu.. jaman pak aseng.. :D
untuk low blow 2 poin potongan, gw liat lewat slow motion ternyata kena tepat di sabuk CJ bukan dibawah sabuk CJ, bisa di cek di youtube
---
Kalau ini domain wasit. Seperti kasus Kalau kamera saya jelas menangkap ada 2-3 pukulan di bawah sabuk. Tapi kalau tanpa dipotongpun, nilai CJ menurut saya masih unggul, walau tidak njomplang.
John Alvins: Kalau masalah CJ vs JMM, saya berpendapat CJ unggul.
Kalau pilihan lawan Merdov, ya saya cuma bisa bilang, moga-moga next opponent bener2 lawan berkualitas. Kalau menang CJ dan Indonesia pasti harum namanya. Kalaupun kalah tp CJ main cantik, pasti dapat pujian juga.
:P
Nah, ini komentar dari Bung Jeff, pengamat dan praktisi yang menyaksikan langsung dari tepi ring..
Gw sudah nonton bolak balik tuh rekaman CJ lawan Markes. Dan ga diragukan yang menang adalah CJ. memang ada keuntungan buat CJ saat itu selain bertanding didepan publik juga ukuran ringnya yang maksimum.
Sebenarnya tidak ada yg meragukan kemampuan CJ, yang jadi masalah adalah team dan pelatihnya yg ketakutan CJ kalah makanya lawan2 yang dikasih skrng2 cemen semua.
Jelas predi roch pengamat yang obyektif.
Dia pecinta CJ secara obyektif tidak membabi buta. Kala CJ perlu didukung wkt menang lwn markez, dia dukunhg. Waktu cJ dikasih lwn2 cemen dia kritik habis2an.
Hidup Predi!!
Yang layak menang adalah Marquez, cuma juri nya lagi stress semua hingga hasil nya demikian.
Setelah selesai pertandingan tadinya saya langsung teriak... marquez menang angka nih..!!!
Waktu dengar hasilnya kaget dan langsung mikir wah ada apa2nya nih...
Setelah nonton replynya download dari internet ternyata Pacquiao lebih banyak masukin pukulan dan sangat cepat kdang gak bisa diliat kalo bukan slowmo..
ditambah lagi kalo dengar sorak sorai orang2 buat marquez jadinya pukulan pacman gak terdengar jelas buat penonton namun buat judges mereka sangat paham...
coba aja nonton replynya....
Post a Comment