Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Sunday, December 4, 2011

Cotto Tuntaskan Dendam

Bertarung dengan gaya "undur-undur" namun mengusung strategi dengan pukulan counter yang sangat efektif, Miguel Cotto berhasil menundukkan seterunya, Antonio Margarito dalam duel perebutan gelar super champion kelas menengah yunior WBA, 3/12, atau Minggu siang di Indonesia. Margarito mencoba menggebrak dengan sangat agresif, namun kehabisan "bensin" saat pertengahan pertandingan. Klimaksnya, Cotto berhasil menghujani bagian muka Margarito, terutama di ronde 9, sehingga mata kanannya bengkak dan tertutup. Menurut fightnews.com, pada saat Margarito ditundukkan Pacquiao, tepat di bagian mata kanan itulah terjadi retak pada orbital bone (tulang mata pada tengkorak) Margarito. Mungkin saja dokter ring sangat mempertimbangkan hal tersebut, walaupun Margarito memprotes keras atas keputusan dokter yang dinilainya terlalu dini.

"Saya ingin beristirahat dulu, baru memikirkan langkah selanjutnya," ujar Cotto usai pertandingan. Sedangkan Margarito yang menerima 12 jahitan masih tidak bisa menerima keputusan dokter yang menyuruh wasit Steve Smoger menghentikan pertandingan. "Dokter menanyaiku tiga kali, dan aku mampu merespons pertanyaannya dengan baik. Saya meminta satu ronde lagi," ujar Margarito. Apapun hasilnya, selama 9 ronde pertandingan berjalan, Cotto sudah leading jauh di perolehan skor, yakni 89-82 (ketiga hakim).

Di tahun 2008, kedua petinju sudah bentrok, dan saat itu kubu Cotto terpaksa harus melemparkan handuk putih tanda menyerah, sebelum keduanya dipermalukan oleh Manny Pacquiao.

Di partai tambahan, juara WBA kelas ringan, Brandon Rios, terpaksa gelarnya dicopot gara-gara gagal dalam timbang badan. Gelar dinyatakan lowong, walaupun Rios berhasil "menyudahi" penantangnya, John Murray dengan TKO 11.

Di Meksiko City, juara WBC kelas bulu Jhonny Gonzalez hanya memerlukan dua ronde guna menyudahi perlawanan petinju asal Panama yang pernah dikalahkan Chris John di tahun 2008, Roinet Caballero.

Sumber: Fightnews

8 comments:

Anonymous said...

Pertarungan yg cukup menarik utk disaksikan. Kl melihat gaya bertarung Margarito, ada ptnju nasional kita yg memiliki style & ketahanan thd pukulan yg hampir sama dgn Margarito. Yaitu Marco Tuhumury, mantan Juara Sejati (KTI, ATI, & KTPI) kelas Welter. Gaya bertarungnya hampir mirip Margarito, posturnya jg sama tinggi. :D

Aryo Sulkhan

Anonymous said...

besok cotto pindah aja jadi atlet atletik.hahaha

john_alvins said...

Tapi marco masih payah om, kalah sama jamed.. :p

predi roch said...

Tapi sayangnya rekor Marco won 9 (KO 2) + lost 8 (KO 6) + drawn 1 = 18. hahaha...

Yang menarik adalah Brandon Rios, gaya bertinjunya yang merangsek gak peduli dipukulin yang penting pukul terus karena powernya yg luar biasa. Rios juga punya iron chin. Saya teringat dengan alm Edwin Valero, seandainya 2 petinju tersebut smpat bertemu ga kebayang serunya. Kalau pacroid sih jagonya lawan petinju toku. kkkkkk

Anonymous said...

brandon rios naik kelas ke welter jr
saya salut dengan rios gak makan empat hari masih bisa meng KO petinju inggris

Anonymous said...

semalam saya nonton di tvri petinju sam f poadi(sampoadi) gaya bertinjunya bagus sayang baru bertanding 4 kali harus langsung dihadapkan ke carlos lopez kemarin sampoadi ini menang tko

Anonymous said...

Brandon Rios agak mirip sama Michael Katsidis. Tp si Rios, mainnya lebih pintar dan teknik infight-nya lebih bagus.

Felix

Anonymous said...

margaritto bener2 fighter murni......namun mengingat umur, semestinya dia tidak asal main geber ajja hingga ujung2nya kehabisan tenaga di tengh2 ronde,.....

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.