Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Monday, December 12, 2011

Frans Yarangga Rebut Gelar KTI




Petinju Sindoro Satriamas, Semarang, Frans Yarangga , berhasil menuntaskan impian untuk meraih gelar juara nasional setelah memukul KO Eddi Pio Pikareuw ronde 6 dalam kejurnas (interim) kelas ringan versi KTI, Minggu 11 Desember di studio TVRI, Jakarta. Sebuah uppercut keras ke ulu hati yang dilakukan oleh Yarangga, mengakhiri perlawanan Pikareuw. "Ini adalah hasil kerja keras Frans dan coach Budi," ujar manajer Aryo Sulkhan yang ikut dalam rombongan Frans Yarangga.


Frans Yarangga adalah petinju kelahiran Biak, Papua, 8 Oktober 1981. Petinju ini memiliki julukan "Skuk Arui" bahasa daerah asal Frans Yarangga, yang artinya kurang lebih "pukulan batu", merujuk kerasnya pukulan yang dimiliki, terutama hook dan uppercut kanan.



Foto: Team Frans Yarangga

11 comments:

Anonymous said...

saya nonton semalam, sebenernya dengan tinggi 168 (sesuai ditulis tvri), harusnya fy ga naik ke kelas ringan. itu terlalu besar buat dia. kelas bulu super sudah maksimal buat fy.
Eddi Pio Pikareuw cuma kalah pengalaman saja karena baru berumur 17 tahun. perlu banyak latihan dan bertanding.
itu cuma menurut saya saja kalau bung aryo ga mau terima juga ga papa.

john_alvins said...

Selamat ya buat yarangga, semoga tidak puas diri dan makin semangat untuk menapaki juara dunia...

JP said...

Kelas favorit FY mmg bulu atau bulu super... karena tawaran cuma di kelas ringan, ya mau gak mau diterima juga.

Betul bung Aryo?

(kemarin Pak Manajer sedang pesan tulisan "Gym of the Champions" buat dipasang di sasana, setelah Arief, Frans nyusul jadi juara nasional.

john_alvins said...

Nah kalo pesen spandukny bs dipesen di kantor saya...

(hahhaha promosi.com )

wah mesti dari skrg diseringin main tuh yarangga, umurnya udah kepala 3
kalo bisa sebulan kasi 2x tanding om... :p

Anonymous said...

Disco said....
Diantara team Satria Sindoromas menurut saya yang paling hebat adalah pelatih BUDI WIZON kenapa????
Ini penjelasannya:
Waktu Budi masih jadi petinju, dia pernah berhadapan dengan petinju Australia Nedal Hussein. Waktu itu Budi sempat memukul roboh Hussein, sayang wasit ngitung Hussein kelamaan sehingga Hussein bisa bangkit dan balik memukul KO Budi. Jadi hasil sesungguhnya: Budi "menang" KO atas Hussein
Selanjutnya...
Hussein yang karirnya makin menanjak dapat kesempatan menantang Manny Pacquiao di Filipina dan sambaran upercut Hussein ke perut Pacquiao berhasil merobohkan si Filipina itu. Tapi karena faktor tuan rumah...dan hukum karma...wasit menghitung kelamaan sehingga Pacquiau selamat dari kekalahan KO dan balik memukul KO HUssein. Jadi hasil ssungguhnya: Hussein "menang" KO atas Paccquio
Kesimpulannya: Budi Wizon memukul KO Nedal Hussin dan Nedal Hussin memukul KO Manny Pacquiao...Jelas sudah...Budi Wizon lebih hebat dari Pacquiao!!!!!!!!!

Jeffrey Pamungkas said...

Pengamatan jitu Mr Disco... tapi pendapat saya:

1. BW vs Nedal Hussein:
Hitungan wasit (kalau nggak salah Pak Nus Ririhena waktu itu) tidak kelamaan rasanya, wajar-wajar saja. (Saya ada di Indosiar waktu itu). Partai utamanya CJ vs Springkan Khongoane.

2. Nedaal vs Pacman
Yah, kalau ini mmg wasitnya lambat banget ngitungnya... hehehe.

Bicara ini jadi inget KOnya Mike Tyson dari James Douglas, wasinta juga ngitung kelamaan. Saya sampai gak bisa tidur waktu itu mikirin Tyson yg begitu perkasa bisa tumbang dari Douglas.

Anonymous said...

Assalamu'alaikum! Heheheheehh.
Ya soal Yarangga ini, sy terima apapun kritiknya, soalnya sebenarnya lawan dr Yarangga yaitu Edi Pio Pikarieuw petinju yg minim pengalaman dan "masih bocah". Yarangga hanya lebih berpengalaman meski dgn stamina yg sangat sangat sangat pas2an. :p
Sebenarnya juara nasional kali ini hanyalah juara yg "beruntung" didapatkan oleh Yarangga. Sy mengakui itu kok, namun yg membuat sy bangga, Yarangga mendapatkan gelar juara nasional ini murni krn kesempatan, bukan juara nasional karbitan yg dibuat oleh manager sang petinju. Gelar juara ini murni kesempatan yg diberikan oleh Bp.Syarifuddin Lado selaku promotor Ring Tinju TVRI. Yah, apapun itu, yg penting sy nambah 1 juara nasional lg. Gym of the Champion deh pokoknya. ;D


Aryo Sulkhan

Anonymous said...

kirain edi pio prikitiew... hahaha.. maju terus frans.. dijaga fisik dan stamina.. supaya gak pas-pasan hindari indomie..

Anonymous said...

Hahahahahahah.. Edi Pio Prikitiew! Stres semua deh ni member boxing-indonesia. Sy sekaligus mau ngucapin terimakasih sebesar2nya khusus kepada Bung JP krn sy telah dijamu dgn sangat baik saat di Jakarta, isinya makan2 melulu kl pergi sm Bung JP, mana sy bawa pasukan banyak lg, hehehe. Mantap,Bung JP! Jangan kapok ya! ;p

Aryo Sulkhan

Anonymous said...

wah,kehidupan bung as memang indah..dipenuhi makanan, minuman, wanita..ckckck..Ini yang didambakan setiap pria..

Anonymous said...

saya ada di tvri waktu fy bertanding. Sebenarnya fy cukup baik dalam hal tehnis tinju. Tapi terbentur dngn stamina yg kurang. Mungkin karena usia yg sudah memasuki kepala 3. Tapi keseluruhan fy tampil bagus. Hanya staminanya saja yg jeblok. Pukulan fy benar" keras. Di studio tvri terasa sekali kerasnya pukulan fy. Sukses deh buat bung as dan sindoronya. Semoga suatu saat nanti bisa mencetak juara dunia.

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.