Presiden WBC, Jose Sulaiman, mengutuk keras atas terjadinya kerusuhan dan penyerangan pendukung petinju tuan rumah, Luis Alberto Lazarte, yang kalah TKO 10 dari rencana 12 ronde dari petinju Filipina, Johnriel Casimero dalam pertandingan perebutan gelar IBF interim kelas terbang jr. di Club Once Unidos, Mar del Plata, Buenos Aires, Argentina, 12 Februari. Pendukung yang kecewa tersebut melemparkan kursi dan berbagai macam benda ke ring, serta memukuli Casimero serta anggota timnya usai pertandingan.
Bagi Casimero (16-2, 10 KO), kerusuhan ini melengkapi pahit-getirnya dalam menghadapi detik-detik menegangkan saat melawan Lazarte. Sehari menjelang keberangkatannya ke Argentina, adik Johnriel Casimero, Gerald, wafat akibat penyakit jantung bawaan. Sedianya, Chasimero akan menggunakan bayaran dari pertandingan melawan Lazarte, sekitar US$ 15,000, untuk membiayai pengobatan sang adik. Apa daya, Tuhan berkehendak lain, sehingga hasil bertinjunya tersebut hanya bisa digunakan untuk menanggung biaya pemakaman adiknya saja. Usai pertandingan, Casimero menyatakan bahwa kemenangan sensasionalnya tersebut didediksikan untuk sang adik.
Pertandingan inipun digelar 1 hari menjelang ultah Chasimero ke 22 (13 Februari), dimana dia harus merayakan ulang tahun yang penuh ironi itu jauh dari sanak-saudara yang tengah dirundung duka tersebut. Dalam puncak galaunya, Casimero berhasil memenangi pertandingan, namun kembali suasana chaos menerpanya akibat ulah buruk para pendukung Lazarte tersebut.
"Kami dikawal polisi dari hotel hingga ke pesawat terbang," ujar Sammy Gello-ani, manajer Casimero. Gello-ani juga mengisahkan dirinya, Casimero serta pelatih Christopher Tepura sempat mendapatkan pukulan, tendangan, lemparan kursi dan botol air minum, tapi berkat perlindungan Tuhan mereka tidak menderita luka yang serius. Selama 30 menit mereka dilindungi oleh para petugas keamanan, sebelum akhirnya dievakuasi dari gedung. Gell0-ani juga menjelaskan bahwa kejuaraan ini adalah kejuaraan IBF reguler, bukan interim (ket: dalam situs boxrec.com ditetapkan sebagai kejuaraan interim).
Peristiwa ini mengingatkan kepada kejadian tahun 1965 yang juga menimpa petinju Filipina, sang legenda Gabriel "Flash" Elorde yang menang split decision atas petinju Puerto Rico, Frankie Narvaez dalam pertandingan 10 ronde non gelar di Madison Square Garden, New York, New York. Saat itu, pendukung Narvaez juga mengamuk di ring.
Apapun yang terjadi, pantaslah kita ucapkan selamat kepada Filipina, yang sekali lagi berhasil menelurkan bakat emas dalam dunia tinju, yang berhasil mengangkat nama Filipina di dunia internasional.
Sumber: Philboxing, boxrec
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Tuesday, February 14, 2012
WBC Kutuk Kerusuhan Casimero vs Lazarte
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
16 comments:
itulah hebatnya filipina. seorang yang berumur 22 tahun bisa jadi juara dunia interim.
kalau disini, no komen deh
Lawan CJ tanggal 28 April 2012 di Singapura adalah Shoji Kimura. http://www.boxingtalk.com/pag/article.php?aid=22898
petinju pilipin sebenarnya selain donaire dan pacquiao tidak ada yang benar benar berkualitas tapi berhubung karena mereka bertanding 5 sampai 6 kali setahun maka kesempatan untuk bertarung di kejuaraan dunia besar.
Bukan faktor sering bertanding saja, saya kira. Petinju2 Thai juga sering bertanding tapi tidak ada yang sanggup menembus Amerika (kecuali Saman Sorjaturong di awal 90an).
Beberapa Faktor utama yang menurut saya mendulang sukses para petinju Filipina:
1. Keberhasilan Donaire dan Pacquiao membawa petinju2 Filipin ke luar negeri.
2. Jadwal bertanding yang teratur, otomatis menaikkan skill dan pengalaman para petinju
3. Tinju adalah olahraga utama masyarakat Filipina selain basket.
4. Banyaknya komunitas Filipina di Amerika, sehingga penonton berduyun-duyun memadati stadion demi menyaksikan pahlawan dari kampung mereka.
Bandingkan CJ yang sulit menjual tiket, karena selain masyarakat Indonesia yang sedikit di Amerika, mereka juga tidak hobi tinju.
Bahkan saat Daud mau tanding ke amerika, ada penjaga toko orang indonesia, dengan menyebalkan mereka berucap: "memang ada petinju kita yg layak main di amerika?" hehehe
betul sekali bung jeff saya setuju rakyat pilipin memang sangat mencintai petinjunya bahkan berita olahraga inipun disiarkan langsung bahkan ada acara khususnya
bandingkan saja dengan indonesia yang petinjunya sama sekali tidak diliput bahkan hanya dituliskan di tulisan strip kecil di kolom tv berita
sangat menyedihkan rakyat kita ini di saat petinjunya berjuang mengibarkan bendera merah putih di negeri orang malah diacuhkan bahkan dihina
ibaratkan pribahasa semut diujung seberang terlihat gajah dipelupuk mata tidak terlihat
olah raga lain yang nonprestasi tapi terkenal langsung disorot tapi yang berprestasi diacuhkan
Yah..apa mau dikata..Bahkan para komentator tinju di boxing-indonesia sendiri tidak mencintai petinjunya sendiri..Jagonya cuma menghina dan mencela..
harus diakaui memang disini, ga begitu banyak orang yang suka tinju.
tapi justru saya lihat cj itu mirip seperti posisi pacman. begitu pacman dianggap sebagai petinju paling hebat di muka bumi ini. geliat tinju di filipina yang tadinya olahraga kedua disana berubah jadi olahraga pertama.
semua berlomba2 jadi pacman jilid 2, mulai dari aj banal, mercito gesta, nonito donaire, sampe2 rey bautista juga dianggap calon pacman jilid 2
lha kalau disini, siapa yang mau berlomba2 jadi kayak cj. super champion yang tanding aja susah.
siapa yang mau jadi kayak dy, petinju potensial tanding juga susah.
kalau cj bisa mengawinkan 2 sabuk dan ga jadi seperti ini, saya yakin setidaknya pertandingan tinju di stasiun tv pasti akan jauh lebih sering.
populernya olahraga itu juga disebabkan oleh prestasi atlitnya. kecuali untuk cabang yang isinya pemain kaki pengkor.
Bung Anonimous, seperti sering dikumandangkan, semua komentator disini mencintai petinju indonesia. Ada yg lembut, penuh kasih, ada yg garis keras, ada yang memaksakan kehendak, ada yg ngenyek... Sema demi satu tujuan, petinju indonesia spy bisa mendekati petinju2 filipina.
JP
semoga masadepan tinju indonesia lebih baik di tahun kedepan.
banggalah dengan olahragawan negerimu kalau tidak siapa lagi yang bangga, jangan sampai mereka terlupakan karena pada dasarnya darah mereka sudah bercucuran untuk negara ini baik yang pro maupun amatir di segala cabang olahraga
saya sangat setuju dengan pendapat bung JP mengenai keberhasilan petinju2 Philipina, Bayangkan saja Bos Golden Boy menemui Pak Dubes untuk menggalang Komunitas kita disana untuk datang nonton pertandingan CJ, namun nyatanya sedikit sekali yang datang,. saya membayangkan kalo animo masyarakat kita sama seperit philipina, maka seorang CJ, DY tidak bakal susah tampil di AS, selain kualitas petinju promotor juga harus melihat apakah petinju bersangkutan mampu menarik penonton
Arta
Di luar itu, tinju Filipina sudah bisa melahirkan juara dunia sejak 1920an (Pancho Villa adalah juara dunia pertama dari daratan Filipina dan Asia). Setelah itu disusul petinju2 dari Jepang, Thailand, Korea. Indonesia termasuk "pupuk bawang" dalam hal melahirkan juara dunia tinju.
saya setuju dengan pendapat pelatih el chino.
Inilah bukti betapa rapor CJ tidak bisa mengangkat popularitas tinju.
tinju dulu pernah populer apalagi dizaman pical mnjadi juara dunia, sy ingat sekali wktu itu sy msh ingusan, semua jlnan bisa sepi melompong setiap ada prtndingan pical.
ini berbeda skali ketika CJ sang superchamp, yg orang skrng msh bisa bilang Chris John who???
Dengn rapor CJ yg kebanyakan brtnding lawan ayam sayur tidak mampu mengangkat popularitas tinju. Jika ada yg bilang faktor kesemptan, maka sy bisa bilang CJ yg tidak bersedia ambil kesempatan itu. Tdk perlu berdebat karena statistik dan fakta membuktikan smnjak CJ menang lawan JMM nama CJ sdh terkenal dimata penggmr tinju dunia. Saat itu CJ msh dalam prime era nmn justru lawan2 selnjutnya didominasi ayam sayur..
Sbgai petinju yg pernah masuk 10 besar P4P DUNIA versi situs2 terkenal, masuk 20 besar terbaik dunia versi voting panel pengamat2 tinju terkemuka dunia (dipublish di yahoo)
http://sports.yahoo.com/box/news?slug=ki-iole_rankings_mayweather_pacquiao111711
Sbgai petinju yg pernah menduduki peringkat 1 kelas bulu versi ring Magazine
petinju yg pernah bertanding divenue sekelas MGM las vegas dan Toyota centre
Maka hanya orng mabok yg bilang CJ sulit dijual. Dan hanya fans sepak takraw yg menghina CJ untuk menilai wajar dan pantas CJ melawan petinju2 ayam sayur.
CJ tidak mengambil manfaat kemenangannya atas JMM dan terbukti popularitas tinju tidak signifikan meningkat di indonesia.
Mngkn target undefeated ini menjadi goal target utama bagi CJ dan bukan semata-mata meningkatkan animo msyrakat tntang tinju.
Selamat CJ... Superchamp tak terkalahkan. Semoga daud yang sudah pernah kalah 2 kali dan belum juara dunia tidak mengikuti ritme bertanding dan strategi team CJ. Semoga Daud nantinya bisa mengangkat popularitas tinju diindonesia.
Mas Pacroid,
Saya tidak mau ikut berpolemik masalah kualitas lawan Chris John. Cuma saya sekedar meluruskan - supaya "fair" , bahwa istilah "Ayam sayur" itu sejarahnya dari jaman Elly Pical, kalau gak salah saat dia memutuskan lawan Wayne Mulholland dari Australia, yang oleh pers Indonesia dinamai "Petinju Undur-Undur" karena gaya mainnya mundur-mudur terus. Kalau tidak salah ingat lagi, BOLA menyebutkan kualitas lawan Pical adalah "Ayam Sayur".
Sejak itu, semua lawan Elly Pical yang buruk, disebut "ayam Sayur" oleh pers Indonesia. Dari segi kualitas, lawan Elly yang bagus adalah Judo Chun (juara bertahan), Tae Ill Chang dan Khaosai Galaxy.
Cesar Polanco yang mengalahkan Elly, sebetulnya juga diharapkan mudah diatasi Elly. Kalau kalah dari Juan Polo Perez, itu lebih karena faktor X, bukan karena kualitas lawan lebih baik.
Khusus lawan Galaxy ini saya memiliki cerita menarik, hasil wawancara langsung dengan Pical. Tapi nanti saja saya ceritakan kapan-kapan...
itulah bung jeff menurut saya pers saja tidak mendukung
Bung Jerry, saya kira pers dalam hal ini sebagai controller dan kritik. Bukan dalam rangka dukung mendukung...
Petinju baik, lawan baik, diliput banyak media (luar) maka penonton awam akan terpaksa melirik, ketika penonton awam menonton jagoan negaranya dan ternyata hebat, maka dia akan jadi pendukung, ketika petinju andalan terus menang dengan impresif maka penonton awam akan menjadi fanatik. CJ dan DY berpotensi untuk menjadi petinju yang membangkitkan rasa bangga dan fanatisme sebagaimana MP dan ND di Philipina.
Saya baru menonton tinju Indonesia lagi setelah saya menonton (DY lawan Robert Guerrero) sebelumnya selama 5 tahun diluar jangkauan sinyal TV, sehingga tinju hanya saya nikmati dari berita koran yg telat 1 bulan, dan berita ttg tinju Indonesia di koran itu sangat jarang. Media nasional pasti akan banyak meliput apabila CJ dan DY menang dengan lawan hebat dengan impresif. Saya percaya peran media dalam mendukung petinju2 kita, tp saya juga paham alasan media untuk tidak meliput ketika tidak ada yg hebat untuk diberitakan. ketika petinju kita ternyata memilih lawan yg kurang pas buat kemajuan tinju maka media saya kira berhak untuk mengkritik tp jangan diam saja atau yg lebih parah malah menyanjungnya dengan sanjungan setinggi langit. (menyebut CJ dengan sebutan superchamp adalah indikator, kita bisa menilai kualitas media dalam hal tinju dengan melihat aakah mereka menggunakan kata tersebut). CJ bukan superchamp, dia adalah salah satu juara wba dikelas bulu.
Post a Comment