Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Friday, March 30, 2012

Kolom Finon: Hasil Pertandingan Final Piala Wapres I/2012

Laporan Finon Manullang

Elite Men (Putra)

Rahmat Taubat Juara Kelas Layang
Petinju kelas layang 49 kg Rahmat Taubat (Sumatera Barat) secara luar biasa berhasil merebut medali emas, setelah menang 14-7 melawan Musa Cahyadi (Jawa Tengah). Pertandingan final berlangsung di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis, 29 Maret 2012.
Sepanjang pertandingan 3 ronde, kedua petinju menyuguhkan permainan menyerang. Musa yang lebih pengalaman tertinggal angka dan gagal memenangkan pertandingan. “Dia (Musa Cahyadi) petinju hebat. Tapi itulah tinju, kesiapan dan semangat tanding ikut menentukan kemenangan,” komentar Ketua Pengprov Pertina Sumatera Barat, Tobi Tobing. “Hari ini Rahmat Taubat main bagus. Kami bangga,” lanjut Tobi Tobing, mantan petinju kelas welter.
Musa Cahyadi ditangani pelatih senior Musmar Sutan. Musa adalah petinju muda usia 20 tahun yang sedang melejit. Prestasinya adalah juara nasional 2010 Aceh, juara STE 2011, dan juara Pra PON I 2011 NTB. “Kondisinya lagi turun,” kata Musmar Sutan, abang Sutan Rambing, mantan pelatih Chris Juara.

Alberto Alfons Juara Kelas Terbang
Alberto Alfons (Jawa Barat) bertarung terlalu semangat sampai akhirnya menang 15-4 melawan Eduardo Limaheking (Papua Barat), dalam final kelas terbang 51 kg. Alberto bertanding dari sudut merah tidak membiarkan lawan masuk menyerang. Dengan cerdas Alberto melepaskan pukulan kiri-kanan dan dibalas lawan. Tidak ada petinjun yang goyah akibat kena pukulan. Kedua petinju sama-sama bertahan. “Kemenangan Alberto Alfons sangat memuaskan kami,” komentar pelatih Jawa Barat, James Makawimbang.

Beatus Neolaka Juara Kelas Bantam
Beatus Neolaka (Nusa Tenggara Timur) berhasil memenuhi janji menaklukkan petinju kidal Dadan Amanda (Jawa Barat) melalui angka tipis 10-9. Kedua petinju bertarung 3 ronde penuh dalam kelas bantam 56 kg, yang banyak diwarnai rangkulan, banyak saling memukul tetapi banyak tidak mengenai sasaran, dan banyak pelanggaran. Pada ronde 1, kedudukan 2-2, ronde 2 7-3, ronde 3 10-9.

Pertandingan meningkat panas memasuki ronde kedua. Sama-sama infight dan sama-sama sekali mendapat peringatan berupa pemotongan angka (warnnings). Kemenangan tipis yang diperoleh Beatus Neolaka dapat diterima kubu Dadan Amanda.

Arenaldo Moniaga Juara Kelas Ringan
Arenaldo Moniaga (DKI Jakarta) sukses merebut medali emas kelas ringan 60 kg, setelah dalam final menang tipis 7-6 melawan Abniel Yulius Daniel (Nusa Tenggara Timur).
Kemenangan Arenaldo sah bagi dewan juri tetapi tidak bagi kubu Abniel Daniel, yang menganggap Arenaldo tidak pantas disebut sebagai pemenang. Daniel dianggap jauh lebih pantas memenangkan partai final kelas ringan, karena pada ronde ketiga Arenaldo dua kali jatuh dan dua kali mendapat hitungan dari wasit. Arenaldo juga terjatuh menjelang bel berbunyi tetapi dianggap sebagai terpeleset.

Arenaldo Moniaga meningalkan ring pertandingan dengan sangat pahit. Selain kemenangannya dianggap berbau kontroversial, dia juga harus menderita ciderah bahu kanan yang sangat parah. “Kasihan dia (Arenaldo Moniaga) tangannya patah,” komentar sang ayah, Ferry Moniaga mantan juara Asia kelas bantam.

Vinky Montolalu Juara Kelas Welter Ringan
Petinju nasional Vinky Montolalu (Sulawesi Utara) merebut medali emas kelas welter ringan 64 kg, setelah menang 18-12 melawan Anto Siringo-Ringo (Jambi). Selama pertandinagn 3 ronde kali 3 menit, keduanya cenderung menyerang. Anto Siringo-Ringo yang bertekad menaklukkan lawan terlihat kalah keras. Vinky banyak mengumpulkan angka melalui serangan cepat keras dan masuk.

Taufan Paransa Juara Kelas Welter
Mantan petinju pelatnas SEA Games lalu Taufan Paransa (Papua) memang 9-6 melawan Charles Kantiaga (Sulawesi Selatan). Sejak ronde pertama, Taufan dapat menguasai lawan tetapi sulit memasukkan pukulan dengan baik dan benar sehingga angka yang diperoleh tidak sampai 10. Pertandingan berjalan biasa-biasa saja, meski keduanya mengaku sudah berjuang habis-habisan. “Setiap aku mau melepaskan pukulan, eh dia (Charles Kantiago) merapat. Jadi sulit dapat poin,” kata Taufan Paransa.

Toar Sompotan Juara Kelas Menengah

Petinju sarat pengalaman dan langganan pelatnas Toar Sompotan (Sulawesi Utara) menang 11-8 melawan Erico Amanupunyo (Sulawesi Selatan). Sejak ronde pertama dimulai, penonton di bagian tribun belakang dewan juri sudah dengan sengaja memancing suasana panas. Sebagian menyebut “Toar, Toar, Toar!!!” Sebagian mendukung Erico Amanupunyo.

Tontonan yang terlihat menjadi tidak enak. Emosi membuat serangan dari masing-masing petinju banyak tidak mengenai sasaran. Pelanggaran dengan menyikut lawan diperlihatkan Erico Amanupunyo. Toar menekan bagian leher lawan. Keduanya sama-sama mendapat peringatan dari wasit. Pada ronde terakhir, Toar bermain lebih cepat dan mendaratkan pukulan kiri-kanan ke bagian muka dan perut lawan. Untung saja Erico cepat merapat dan merangkul sehingga terhindar dari kemungkinan jatuh di sudutnya sendiri, sudut biru.

Terima kasih, Finon Manullang.

Translate this article using Babelfish Yahoo Translator

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.