Oleh Finon Manullang
Akibat indisiplier tidak bisa menjaga berat badan, Beatrix Sugoro (Kalimantan Selatan) yang merupakan petinju amatir termahal saat ini, dilarang ikut Turnamen Tinju Amatir Piala Wakil Presiden. Beatrix, juara Pra PON II Biak, ditolak karena kelebihan berat 2,9 kg dari batas kelas layang 48 kg. Menjelang akhir tahun 2011, Pengprov Kalimantan Selatan dengan berani “membeli” Beatrix dari Pengprov DKI Jakarta seharga 100 juta bersih, yang dibaya kes langsung oleh seorang Wakil Kalikota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Turnamen Tinju Amatir Piala Wakil Presiden I/2012 akan dimulai Sabtu petang 24 Maret 2012. Dibuka oleh Menko Kesra Agung Laksono. “Penutupan (Kamis, 29 Maret 2012) sepakat oleh Bapak Wapres Boediono,” kata Humas Pertandingan Finon Manullang.
Lebih jauh Finon Manullang, yang juga pengelola Majalah Ronde menjelaskan, pertandingan pertama kelas layang 48 kg putri antara Selly Wanimbo (Papua Barat) melawan Pinalisa (Sulawesi Tenggara). Selly Wanimbo adalah juara nasional dan juara PON XVII/2008 Kalimantan Timur, dikenal sebagai ratu kelas layang yang memiliki pukulan mematikan. Selly memang hebat, tetapi lawannya sudah pengalaman.
Pertandingan pertama putra antara Valens Ngarbingan (Maluku) melawan Randy (Sulawesi Selatan). Keduanya sama-sama petarung (fighter) sejati.
Untuk semua pertandingan putri, berlangsung 4 ronde @ 2 menit dan 1 menit istirahat. Putra berlangsung 3 ronde @ 3 menit dan 1 menit istirahat.
Dari hasil timbang badan Jumat (23 Maret 2012) pagi Piala Wakil Presiden diikuti 90 petinju (59 putra dan 31 putri) dari 22 provinsi; Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Semula mendaftar 122 petinju. Banyak yang kalah ditimbangan alias overweight.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
1 comment:
hari ini sempet nonton 16-24 juga... sepertinya petinju amatir kita banyak yg lumayan bagus, di partai no 17 petinju sumbar, petinju bali di partai no 18 dan petinju jambi dipartai 24. Walaupun yg paling seru di partai no 23.
Sayang penonton sepertinya kurang banyak, kalo saja para pedagang sayur, petinju2 hebat yg sering ngasih komentar macam lamont, donaire datang mungkin akan lebih semarak... Bravo pertina.
Post a Comment