Saya terima email dari Bang Finon Manullang, kolumnis tinju senior. Setelah membaca tulisan ini, beliau tergerak untuk menerbitkan kembali Majalah Ronde secepatnya. Jadi yang ingin berlangganan Majalah Ronde, silakan e-mail Bang Finon Manullang finon1999@yahoo.com - tentunya diharapkan bisa berlangganan secara komersial, supaya Majalah Ronde bisa hidup terus.
-----------
Kepada Yth
Saudaraku Jeffrey Pamungkas
Sahabat Tinju Sejati
Salam Tinju.
Saya sudah membaca tulisan Boxing-Indonesia tentang Majalah Tinju Indonesia, edisi Rabu, 14 Maret 2012. Terima kasih, ternyata perhatian Anda sejauh itu.
Jujur, saya hampir menangis membaca tulisan tersebut. Anda dengan sengaja menggugah perasaan saya. Dengan sengaja Anda menulis nama mendiang Setijadi Laksono, orang yang paling berjasa dalam mendorong saya untuk tetap setia berkecimpung dalam dunia tinju.
Memang, sejak tahun 1990, Majalah Tinju Indonesai sudah lempar handuk. Menyerah tidak bisa terbit. Itu terjadi sejak saya mengampil keputusan berpisah dengan Setijadi Laksono dan bergabung dengan Valens Doy, guru saya dalam dunia menulis. Almarhum Valens Doy “membajak” saya dari tangan Setijadi Laksono tanpa transfer. Kemudian bergabung dengan Harian Surya Surabaya.
Majalah Tinju Indonesia menyisahkan sekarung kenangan. Manis dan pahit telah saya alamai, termasuk harus menempati kamar tidur persis dua meter di depan kandang kuda milik Setijadi Laksono. Bauknya minta ampun. Biar tiap hari dimandiin, bauknya ke mana-mana. Itulah kuda.
Bersama mendiang Setijadi Laksono saya telah menangani Majalah Tinju Indonesia selama lima tahun di Jalan Kali Kepiting 132, Surabaya. Majalah Tinju Indonesia habis alias tutup karena keuangan memburuk.
Sejak 12 tahun lampau, atau sejak 17 Agustus 2001, dengan modal hanya Rp 400 ribu uang kes di kantong, saya menerbitkan Tabloid RONDE, yang kemudian saya ganti menjadi Majalah RONDE, sampai sekarang. Tetapi, nasib Majalah RONDE nyaris sama dengan Majalah Tinju Indonesia, keuangan tercabik-cabik. Maklum, majalah ini hampir 75% gratis saya bagi ke orang-orang tinju di Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke.
Dengan susah payah saya harus mempertahankan Majalah RONDE, sampai akhirnya bertemu dengan Richard Engkeng. Majalah RONDE bisa bertahan sampai tahun 2010. Tahun 2011 saya melahirkan Majalah R.E.BOXING, yang keuangannya ditolong oleh Richard Engkeng. Mengingat biaya percetakan mahal, maka Majalah R.E. BOXING sengaja terbit dua bulan sekali.
Tulisan di BOXING-INDONESIA sungguh telah menggugah perasaan saya, juga telah ikut mendorong semangat untuk sebuah keputusan berani menerbitkan Majalah RONDE.
Tidak lama lagi atau akhir Maret 2012 Majalah RONDE akan terbit dengan penambahan dari 32 halaman menjadi 50 halaman. Penambahan halamnan untuk memenuhi kebutuhan berita tinju secara nasional.
Jika Majalah RONDE terbit, saya pastikan Anda Saudaraku Jeffrey Pamungkas akan menjadi orang pertama yang akan menerima. Mudah-mudahan Majalah RONDE terbaru bisa Anda peroleh tepat waktu, tetapi semua tergantung TIKI apakah pengirimannya lancar atau terlambat.
Majalah RONDE terbaru akan saya disebar selama pertandingan tinju amatir Piala Wakil Presiden di Gedung POPKI, Cibubur, Jakarta Timur. Pembukaan pukul 2 siang, Sabtu 24 Maret 2012. Final Kamis, 29 Maret 2012, mulai siang sampai malam.
Siapa saja yang datang ke sana, akan mendapat Majalah RONDE terbaru. Saya jamin tidak ada pungutan uang alias seperti biasa saya persembahankan secara GRATIS.
Terakhir, bagi saya Anda Saudaraku Jeffrey Pamungkas adalah seorang penulis tinju muda yang punya komitmen kuat menulis tentang tinju tanpa harus dibayar.
Terima kasih, untuk waktu dan perhatian Anda telah membaca tulisan ini; dari lubuk hati paling dalam Finon Manullang.
Desa Tridaya, Jawa Barat.
Kamis, 15 Maret 2012.
Finon Manullang.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Thursday, March 15, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
9 comments:
Ayo teman2 boxing indonesia bisa langsung berlangganan...kita semua berharap majalah ini bisa terus bertahan & berkembang.
Untuk eksekutif muda kita spt bung Aryo & bung Jerry Pratama mungkin diawal bisa langganan dlm jumlah partai dan diberikan kepada para relasinya sekaligus sbg ajang promosi majalah ini
Siipp
Melayani pengirimannya ke Kalimantan hak Pak Finon?
saya kok dibilang eksekutif muda fitnah anda bung max
Mantap....jadi informasinya Lebih banyak...mohon di jual juga ke agen2 mall atau konter majalah, biar kami mencarinya...terimakasih om finon, trimaksih bung Jeffry...karna dgn ada nya media baca...bertambah pula informasi kita seputar dunia tinju yg kita cintai... (TJ)
Mungkin kemasan majalahnya dibuat lebih menarik agar terlihat lebih menjual. Lebih bagus juga kalau diselingi foto2 sexy round girl. Wah, pasti laku keras. Apalagi Bung AS kan penggila wanita sexy. Pasti beliau rutin membeli majalah ini. He he he he he he
Lhoooo.. Kok sy dibawa2.. Mana pake embel2 penggila wanita sexy segala.. Hehehehe
Sy sdh berlangganan majalah Ronde sejak sasana sy berdiri, malah sejak berbentuk tabloid. Namun memang majalah tsb seolah2 hidup segan mati tak mau. Terkadang tiap bulan terbit, tp kadang 3 bulan kemudian baru terbit kembali. Hehehe.
Tp kami bisa memaklumi, bahkan sy salut thd Bung Finon Manulang yg dgn ikhlas menyajikan Ronde meskipun penuh perjuangan, apalagi sempat pernah tidur dgn kuda yg bauk sekali, tp itulah kuda,Bung Finon.. Meskipun tiap hari dimandikan namun bauknya tetap saja menyengat. Hahaha.
Sekali lg sy salut dgn Bung Finon, semoga di kemudian hari muncul Bung Finon,Jr yg sanggup menghidupkan majalah Ronde dlm kemasan yg lebih menjual, seperti majalah Playboy jg lebih baik.. :p
kita semua tau bing aryo itu matanya gak jauh dari round girl
HA HA HA HA HA HA. BUNG AS KENA SENGAT TERUS NIH. TAPI SEBENARNYA EMANG BENER. BUNG AS ITU KALAU GUE LIAT WAKTU DI PERTANDINGAN DI SCTV SELALU NGELIATIN ROUNDGIRL-NYA. DI TVRI JUGA. HA HA HA HA HA HA. PISS DEH
HAhahahaha... bung AS celdam royund girl bauknya kayak apa sudah hapal semua. bahkan ada yg dr celdamnya muntah nasi pun bung AS tahu... Wak wak wak!
Post a Comment