Oleh: Finon Manullang
PP-PERTINA.COM – Tuan rumah kualifikasi olimpiade Kazakhstan bersama Cina berhasil merebut tiga medali emas. India secara luar biasa berhasil merebut dua medali emas. Uzbekistan dan Iran masing-masing merebut satu medali emas. Indonesia yang diwakili petinju kelas menengah Alex Tatontos dan petinju kelas terbang Julio Bria, tidak kebagian apa-apa. Alex langsung rontok di babak pertama dihajar petinju Malaysia. Julio kalah di tangan petinju Korea Utara.
Final kualifikasi olimpiade berlangsung di kota Astana, Kazakhstan, Kamis (12/4), yang dimulai pukul dua siang. Final menampilkan seluruhnya 10 partai.
Hasil pertandingan final selengkapnya, Kamis (12/4).
Kelas layang 49 kg: Birzhan Zhakipov (Kazakhstan) menang 16-11 melawan Naoya Inaoue (Jepang).
Kelas terbang 52 kg: Illyas Suleimenov (Kazakhstan) menang 18-14 melawan Tugstsogt Nyambayar (Mongolia).
Kelas bantam 56 kg: Shiva Thapa (India) menang 18-11 melawan Wessam Salamana (Siria).
Kelas ringan 60 kg: Daniyar Yeleussinov (Kazakhstan) menang WO melawan Serdar Hudayberdiyev (Turkmenistan).
Kelas welter ringan 64 kg: Qiang Liu (Cina) menang 15-11 melawan Charly Suarez (Filipina).
Kelas welter 69 kg: Maimaititue Rsun Qiong (Cina) menang RSC-1 melawan Byamba Tuvshinbat (Mongolia).
Kelas menengah 75 kg: Abbos Atoev (Uzbekistan) menang 4-3 melawan Nursahat Pazziyev (Turkmenistan).
Kelas berat ringan 81 kg: Simut Sangwan (India) menang 14-9 melawan Dzhakon Qurbanov (Tajikistan).
Kelas berat 91 kg: Ali Mazaheri (Iran) menang 14-11 melawan Mohammad Ghossoun (Siria).
Kelas berat super 91 kg atas: Zholei Zhang (Cina) menang 10-6 melawan Soumar Ghosoun (Siria).
Finon Manullang
Dari Desa tridaya, Jawa Barat.
(Maaf bang Finon... saya barusan dari Makassar, di hotel tempat sayak menginap tidak adak internetnya.... apak katak duniak... :)
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Tuesday, April 17, 2012
Kolom Finon: Kualifikasi Olimpiade, Tuan Rumah Rebut 3 Emas
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
21 comments:
Sayang sekali langsung rontok dibabak pertama apalagi salah satu kekalahanya melawan petinju Malaysia.
Ditahun 90an Malaysia benar2 negara anak bawang utk cabang tinju amatir jika melawan petinju Indo sptnya tidak ada harapan buat mereka utk bisa bertahan, tapi beberapa tahun belakangan ini (2000an) mereka sdh mampu merebut emas sea games juga juara umum piala walikota ambon tahun 2011 lalu dng mengalahkan petinju2 kita
Ptnju2 amatir kita kl kira2 udh cukup matang masuk pro aja, pasti lebih bergengsi & teknik tinjunya bisa bermanfaat utk masa depan. Tinju Indonesia jg bakal lebih maju & berprestasi, comment jg bakalan lebih rame kl beritanya tentang tinju pro. Hehehehe. Jangan sampe tua di amatir, nt tau2 masuk pro udah umur 29, mau nyari apa?
lebih milih jadi pns bung max and aryo
dari amatir ke pro, banyak yang gagal.. la paene masara, blm lg skrg sampoadi kalah mulu.. :(
Dulu saja saat gaji pns masih kecil saja banyak petinju2 amatir & atlet2 lainya berusaha menjadi pns apalagi sekarang gaji pns udh naik berlipat2.
Alasan La Paene masuk pro pun karena dia kecewa setelah sekian tahun menunggu tapi tak juga bisa menjadi pns.
sekrng prestasi apa sih yang membanggakan? bola aja kalah 10 - 0. tinju cuma ada chris john yg tidak cukup mampu mengangkat minat msyrkt trhdp tinju. Bultang skrng ga ada apa2nya dibandingkan era zaman sebelum dan saat susi, alan, ardy s.d keemasan taufik. untung msh ada juara ganda olympic beijing 2008 n campuran all england kmrn. juara umum sea games krna dikandang, prestasi lain apa?
yah mklm saja pemerintahnya sibuk urusin politik korup!
Msh ada prestasi utk atlet indonesia, salah satunya adl angkat besi, setelah berhasil menyumbang medali di olimpiade Sydney dng perolehan 1 medali perak & 2 perunggu, angkat besi pun terus menyumbang medali di olimpiade Athena & Beijing, bahkan kans utk mendapatkan medali emas di London cukup besar karena kita memiliki atlet muda spt Eko Yuli yg sempat memperoleh medali emas kejuaraan angkat besi dunia yunior diRumania, utk saat inipun atlet angkat besi Indonesia telah medapatkan 5 tiket ke olimpiade London thn 2012.......tapi tentu saja mereka2 ini bukanlah atlet2 sekaliber Markus Horizon,Ponaryo Astraman, Irvan Bachdin atau Ananda Mikola yg selalu mendapat pujian,dukungan & sorotan oleh banyak pihak
kadang orang indonesia baik media atau pemerintah sering tertukar mana yang berprestasi dan mana yang terkenal
Saya paling enek tuh lihat si irvan hatcim, prestasi masih abal-abal tapi gayanya sudah ngerasa jadi selebritis olahraga, mngkn mikirnya kayak beckham, C Ronaldo, tiger wood, pacquiao pdhl mereka tdk tahu bagaimana seorng beckham berlatih berjam2 tiap hari. kalo sihatcim dtng telat mulu ktmpat latihan.. untung saja dia hidup dinegeri sinetron. Kalau ananda, wah udah ga tau berapa milyar dana sponsor melayang, ujug2nya msk sel tanpa ada prestasi cemerlang.
emang prestasi loe apaan canello?
menurut lo prestasi harus jadi olahragawan?
diatas saya bahkan tidak bisa berbicara bahasa indonesia yang baik
Saya melihat ada komentator yang typicalnya ad hominem. orng2 sprti ini dapat membuat forum menjadi tidak menarik.
contoh:
A: melihat prestasi margarito dan skandal plesternya seharusnya dia tdk pantas melawan pacquiao.
B: Emangnya loe yg pantas?
-------
A: meliht prestasi pembalap A yg begitu2 saja, tdk sepatutnya dia mendapatkan sponsor dana yg bsr begitu dr pemerintah yg akhirnya sia2 cuma.
B: Emang prestasi loe apa?
C (menambahi si B atau sbnrnya kloningan): anda tidak bisa berbicara bahasa indonesia yang baik.
Mudah2an diforum ini lain kali tidak ada lg komen/ debat dgn model argumentum ad hominem. Jika anda tidak setuju pendapat si A tntang pendapatnya maka pendapatnya yg semustinya anda debatkan.
Biasanya admin suka memperingatkn hal seperti ini supaya diskusi/ debat bisa lebih menarik.
Thanks
disini bahkan tidak ada yang mengerti kloningan itu apa disini forum tinju bung
Seandainya ada dana APBD dialokasikn buat pmbinaan tinju, dana sponsor2 ngebalap untuk tinju, dan media tdk hanya menyorot atlet diluar tinju yg kenyataanya tdk lbh memiliki prestasi, mngkn dunia olahraga tinju indonesia akan lbh maju. kita harus mencontoh philipines yang goverment dan medianya mendukung tinju.
Still on topic.
B: Emang prestasi loe apa?
saya pernah dengar mantan menpora adhyaksa dault tidak mau memberikan rumah atlit kepada elias pical dengan alasan eli petinju itu profesional dan sudah juara
padahal disaat yang sama olahraga lain mendapat uang yang berlimpah dari apbd
dan uang penghasilan tinju pro itu tidaklah banyak memang dan jangan disamakan denga juara tinju diluar sana
serba salah kalo mau pro tidak dapat bantuan pemerintah kalo amatir bayarannya kecil
Yah begitulah.. Sebenarnya semua kembali kpd manusianya. Atlet tinju amatir yg berprestasi kadang berharap tdk sesuai dgn apa yg kita harapkan. Menurut mereka menjadi PNS saja sudah lebih dari cukup, mereka tdk berfikir bahwa menjadi ptnju pro yg handal bisa menghasilkan uang yg jauh lebih baik drpd sekedar menjadi PNS. Kalau sy dulu saat tinju amatir berprestasi, sy pasti akan benar2 menekuni tinju dan terjun ke pro dgn posisi teknik bertarung yg benar2 matang. Sayangnya sy tdk berprestasi & cenderung sering kalah. Hahahaha.
yang membuat saya bingung pemerintah khususnya menpora kok bisa ya memukul rata seakan akan pendapatan semua petinju pro sama besarnya
@Bung Jerry Pratama : Skrg kembali ke kita selaku pembina tinju,bung.. Bagaimana caranya meningkatkan prestasi seorang ptnju agar memiliki harga jual yg tinggi dlm suatu pertarungan. Sy yakin, bila ptnju tsb memiliki potensi yg trs menerus diasah & ditajamkan, pasti suatu saat akan muncul Elyas Pical & Chrisjohn yg baru. Meskipun Bung Jerry bukan pembina tinju secara langsung, tp sy anggap Bung Jerry punya kepedulian thd olahraga tinju & kepedulian thd petinju. :)
wah wah wah...rupanya bung Aryo ini mantan petinju amatir,luar biasa, tetapi statement anda yg mengatakan cendrung sering kalah sebenernya tidak usah di sebutkan lg, karena semua orang juga sudah tahu kalo bung Aryo ini memang jarang sekali menang, bahkan saya curiga kalau anda ini tidak pernah sekalipun menang disetiap pertarungan, karena bagaimana mau menang kalau niat naik ringnya saja hanya karena ingin bisa lebih dekat melihat ringcard girls saja he2...lagipula wajah bung Aryo lbh pantes menjadi Playboy Semarang daripada petinju amatir...Peace
tapi saya bilang tinju sekarang lebih baik dari jumlah sasana yang mandiri. liat sasana2 seperti spider academy, muaykick boxing. walaupun memang bukan murni tinju dan komersil. tapi boleh dibilang model komersil seperti inilah yang seharusnya dilakukan oleh sasana2. komersialiasi di tengah dana yang minim.
Post a Comment