Juara WBO Aspac Isack Junior berhasil mempertahankan gelar setelah menang angka technical decision ronde 12 atas super terbang di Ring Tinju TVRI, 20 Mei semalam. Isack Junior terdesak pada ronde terakhir, beruntung terjadi benturan pada ronde tersebut yang mengakibatkan pertandingan dihentikan dan dihitung angka.
Pada partai tambahan 8 ronde kelas bulu super, Yohanes Yordan berhasil mengandaskan Rafael Pangaribuan dengan TKO ronde 4.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Monday, May 21, 2012
Isak Junior Pertahankan Gelar WBO Aspac
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
11 comments:
tinju selalu berpihak ke tuan rumah kembali saya lihat di pertandingan isack.
jecker seorang petinju potensial, filipna patut diacungi jempol telah melahirkan petinju muda yang punya mental kuat seperti jecker.
Gantian kalo mainnya diphilipina, thailand gantian petinju indo yg kalah. Cuma ga kalah angka, tapi kalah ko atau disuruh ko.
itu komentnya kok di hapus ? pantesan si pacman gk brani tarung di indo...pasti kalah angka klo lawan chrisjhon....
Ane pengen liad pacman vs crisjon menang mana ya.. Klu di lihat pacman sangat tangguh,, Tapi CJ jga ga kalah hebat..
Itulah mengapa sy tidak setuju dgn sistem ptnju yg dicetak utk diproyeksikan secara instant menjadi juara. Belum apa2 tau2 sudah jd juara WBO Aspac atau yg lain. Karena apa? Mereka (ptnju instant), hanya akan menjadi jago kandang, karena merebut atau mempertahankan gelar hanya di kandangnya sendiri. Sudah pasti hal seperti itu secara tidak langsung menjadikan sang ptnju tsb kurang teruji. Saat dia dihadapkan pd kenyataan di level dunia, segala sesuatunya blm siap, sehingga hanya akan terkapar di awal atau pertengahan pertarungan. Bagi sy pribadi, ptnju yg tangguh adlh ptnju yg berani melayani tantangan kejuaraan maupun bukan kejuaraan di negara manapun. Dalam hal ini adlh keberanian utk benar2 bertarung demi prestasi, bukan sekedar mencari uang. Mencetak juara utk skrg ini sangat2 mudah, uang bisa utk membeli segalanya termasuk gelar juara, meskipun sekedar juara interim atau apapun itu namanya. Lawan jg bisa diatur utk mendapatkan lawan yg kira2 dgn mudah bisa di libas. Asal manager punya duit, pasti gelar juara segera akan bersarang di pinggang sang ptnju. Tp sy tetap tidak setuju, itu sama sekali tdk mendidik, ptnju harus menunjukkan kualitas yg sebenarnya, kl perlu kejar gelar juara dimana tempat sang juara tsb berada. Thailand, Filipina, Jepang, USA, atau bahkan Kutub Utara sekalipun. Hehehehe. Meskipun hal itu sangat susah dicapai, namun hasilnya akan lebih membanggakan & pastinya akan lebih teruji. Misal suatu saat harus mempertahankan gelar di negara lain, pastinya mental & kualitas sang ptnju ini akan jauh lebih siap dibandingkan ptnju "mie instant".
saya setuju dengan sesepuh om aryo.
contoh lain adalah roy mukhlis, ketika alm temuzin rambing masih hidup, roy dilindungi sekali dengan melawan petinju2 yang bisa dikalahkan dengan mudah seperti theopilus quaye.
akibatnya begitu maju melawan takashi uchiyama langsung kalah ko.
kalau memang mau maju ke kejuaraan dunia seharusnya petinju itu harus ada pengalaman internasional. melawan petinju2 yang masih berada di 1 kelas/bobot dan masih 50:50, contoh seperti isack bisa mencoba merebut gelar melawan paba atau opbf (denkaosan kaovichit, petch kokietgym, ryo akaho) di thailand atau jepang.
tapi jangan sampai harus naik kelas, sebab menurut saya walaupun beratnya hanya beda tipis, tetapi tetap saja bepengaruh.
petinju2 luar juga paling enggan jika harus bertanding di kelas yang lebih tinggi kecuali peluang untuk menang >90%.
yang patut diacungi jempol adalah stevie ongen, bisa mempertahankan gelar dengan ko.
sofyan effendi pun patut diacungi jempol selalu berani tanding diluar.
tapi harus diakui bahwa tidak sedikit yang kalah tragis kalau bertanding diluar.
di boxrec rey bautista belum ada lawan bulan 7 tanggal 28, sepertinya memanggil el chino buat ngisi jadi lawannya.
yang pasti persiapan harus matang dan kondisi stamina harus sempurna dan all out jika mau bertnding diluar negeri karena menang angka akan sangat sulit terjadi.
sudah ada petinju2 yg dpt dicontoh mislnya Chris dan DY bagaimana petinju dpt menjaga kedisiplinan, meningkatkn tehnik serta daya tahan.
Buat manajer jgn terburu2 mempertndingkan petinjunya tanpa persiapan yg matang siapapun lawannya.
Tuyul dan sigit, Pacman tidak mungkin bertanding lawan CJ krna beda kelas terlalu jauh. CJ bulu, pacman welter.
Kalau 4 - 5 tahun lalu msh mungkin baik secara berat maupun kemampuan (innova v innova). kalau skrng membandingkannya seperti mobil hummer dengan APV.
Dgn kemampuan yang kelihatannya semakin tidak PD, CJ juga tdk mngkn mencari lawan kelas bulu yg mendekati skill Pacman.
Mngkn sekrng teamnya msh mencari2 apakah cholatarn, Hisashi Amagasa, Irving Berry atau mngkn Roinet Caballero part II. Sebentar lg recor muri akan pecah, CJ memecahkan recor CJ. Mantap!
kalo suruh cewek yg gak tau atau gk prnah nonton tinju liat pertandingan kemarin psti blg si jecker juara...kita bukan menjelek2an petinju indo....tp mmg kenyataan...tinju itu bisnis uang, bukan olahraga...
Post a Comment