Beberapa waktu yang lalu saya kembali berkesempatan mengunjungi kota Manila, Filipina. Suasana Natal yang sangat khas mewarnai setiap tempat di kota tersebut. Memang, dimana-mana kemeriahan menyambut Natal tampak hingar bingar di negara yang "sebenarnya" sangat religius itu. Namun ke-religius-an masyarakatnya seperti timpang dengan kondisi dan kegiatan yang ada di kota tersebut. Bar, diskotik, serta tempat penjualan minuman keras bertebaran dimana-mana dan semuanya legal. Tempat prostitusi berkedok Spa & Massage, Cabaret Show, juga menjamur tanpa kendali. Di satu sisi hal tersebut adalah negatif, namun akan terlihat sangat menyenangkan bagi wisatawan yang memang berniat untuk mencari kesenangan seperti itu. Akan tetapi, secara pribadi sangat salut dengan tetap menomor satukan agama dalam kehidupan mereka sehari-hari, pelaku dunia bisnis hitam di kota Manila tersebut juga hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan masyarakat Filipina.
Namun kemeriahan, kegemerlapan kota dengan lampu-lampu berwarna-warni untuk menyambut Natal tersebut tidak membawa berkah bagi Rusmin Kie Raha. Sang Juara Nasional ATI kelas Ringan itu harus menyerah KO di ronde ke-2 dari pertarungan Kejuaraan Interim WBO Asia Pacific kelas Welter,Jr yang
rencananya dijadwalkan dalam 12 ronde. Pertandingan malam itu diselenggarakan oleh ARCI Promotions bekerjasama dengan Brusmick Promotions di The Venice Piazza Mall, McKinley Hill, Metro Manila, Filipina.
Pertarungan antara Rusmin Kie Raha melawan Jay Solmiano merupakan partai puncak dari total 11 partai yang dipertandingkan disana. Dalam laga malam itu tampak pula jagoan Thailand Padjai KietyongyuthGym, Padjai mempersembahkan kemenangan angka mutlak atas petinju tuan rumah yang berlatih di sasana milik salah satu promotor yaitu Brusmick Boxing Stable.
Pertarungan antara Solmiano dan Rusmin di ronde pertama hingga pertengahan ronde ke-2 berjalan sangat keras dan cukup berimbang. Kedua petinju saling memberikan pukulan-pukulan keras dan sama-sama mendarat dengan mulus ke wajah dan tubuh masing-masing. Bahkan beberapa kali straight akurat Rusmin
sanggup membuat mata kanan Jay Solmiano lebam. Namun tanpa diduga, di pertengahan ronde ke-2, sebuah uppercut kiri sangat keras dari petinju kidal yang berlatih di Elorde Boxing Stable Manila ini menghunjam ulu hati Rusmin dengan telak sehingga membuat Rusmin terkapar di kanvas ring dan tidak mampu bangkit hingga hitungan ke sepuluh dan dinyatakan kalah KO. Wasit dengan sigap segera mengangkat tangan Solmiano untuk menunjukkan bahwa dia pantas untuk menggenggam gelar juara. Jay Solmiano dalam pengamatan saya adalah seorang pribadi yang ramah dan cukup religius, nantinya dia akan merayakan Natal sebagai sosok yang membanggakan bagi bangsa dan negaranya, sebagai Juara Interim WBO Asia Pacific di kelas Welter,Jr.
Meskipun kekalahan Manny Pacquiao atas Marquez menjadi buah bibir di masyarakat Filipina, namun semangat mereka dalam dunia tinju tidak mengalami penurunan sedikitpun. Bahkan sepertinya kekalahan Pacquiao tersebut menjadikan pemacu semangat untuk menciptakan Pacquiao-Pacquiao yang baru. Bila tinju profesional Indonesia masih "berjalan di tempat" seperti saat ini, hingga kapanpun kita tidak akan sanggup melampaui apa yang telah dicapai oleh negara Filipina. Jangankan melampaui, menyamai-pun sepertinya akan terasa sangat sulit. Marilah kita bersama-sama merubah hal ini, agar suatu saat nanti kita bisa menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu menjadi Macan Tinju dari Asia Tenggara seperti negara Filipina saat ini. Kita harus bersama-sama membulatkan tekad, menyatukan visi dan misi, untuk memperbaiki kondisi tinju pro nasional sesuai dengan porsi masing-masing dan selalu saling mendukung, demi prestasi tinju pro nasional Indonesia yang lebih baik lagi.
7 comments:
Pak Aryo nyoba2 spa dll nya gak?
Ajak2 dong.
cj dan pacman serupa tapi tak sama.
serupa karena keduanya sama2 pernah mengalahkan marquez.
bedanya adalah pacman akan selalu menjadi role model dan mendorong dunia tinju di filipina untuk tumbuh pesat seperti sekarang.
sebaliknya cj, cj boleh jadi role model di dunia tinju indonesia tapi tidak membawa dampak positif dalam perkembangan tinju indonesia.
tidak ada kenaikan berarti popularitas tinju di indonesia.
kenapa bisa demikian, karena cj hanya bermain aman untuk mempertahankan gelar sebanyak2nya dan memilih kepromotoran internasinal yang tidak serius sekaligus tidak jelas juga siapa yang sebenarnya "memiliki" cj. golden atau pikachu.
kalau cj milik golden ladyboy, kenapa tidak mempertandingakn cj dengan gary russell jr atau pdl yang juga dimiliki golden ladyboy.
kalau cj milik pikachu, kenapa cj tidak dipertandingkan dengan javier "tukang akrobat" fortuna.
tapi untuk kepromotoran terakhir memang sudah tentu ketidakjelasannya. memiliki cino tapi tidak pernah bertanggung jawab untuk mengarahkan cino ke panggung ke lebih besar.
Sang Juara Nasional ATI kelas Ringan itu harus menyerah KO di ronde ke-2 dari pertarungan Kejuaraan Interim WBO Asia Pacific kelas Welter,Jr yang
rencananya dijadwalkan dalam 12 ronde.
Harus cepat bangkit, sebelum dijulukin muquendo.
Namun tanpa diduga, di pertengahan ronde ke-2, sebuah uppercut kiri sangat keras dari petinju kidal yang berlatih di Elorde Boxing Stable Manila ini menghunjam ulu hati Rusmin dengan telak sehingga membuat Rusmin terkapar di kanvas ring dan tidak mampu bangkit hingga hitungan ke sepuluh dan dinyatakan kalah KO.
Kurangin makan indomie. Apalagi dlm masa persiapan tandingm
Setubu dengan lemon ti.. CCTKBTI
@anonymous
ga perlu setuju, saya bukan mau jadi anggota dpr. hahahahahahaha
Sebagai penggemar berat Cino, saat ini sy sudah tdk terlalu berharap bnyk dgn karir cino. menurut saya Cino saat ini tdk ditangani oleh managemen/ promotor yg tepat. team yg sama menangani CJ.
Kalau kita lihat kelaziman petinju2 besar, mrka umumnya meraih gelar juara dunia pada usia 20 - 21 tahun.
Dalam usia muda umumnya bertanding lebih dari 2 kali setahun.
Kalau kita bandingkan dgn cino, sorry bukan tdk mengakui IBO, tapi kenyataanya organisasi IBO blm diakui sprti juara dunia WBA/ WBC/IBF/WBO, cino baru hanya meraih juara IBO pada usia 25 tahun. Kalau kita bandingkan dengan koki kameda, umur 24 tahun sudah juara dunia di 3 kelas berbeda.
Saat ini Cino juga cuma bertanding sebanyak 2 kali setahun mengikuti jejak sang senior CJ. Apa mungkin mau memecahkan rekor juara IBO terlama?
Menurut saya, mumpung Cino masih muda, harus berani keluar dari wilayah comfort zone yg sekrng terjadi pada CJ yg memang sdh mau pensiun. CJ dan team diduga memiliki asas manfaat win win solution.
1. CJ dari dulu sdh diminta pensiun oleh isterinya namun tetap bertnding terus dan bahkan isteri menyanyikan indonesia raya. Artinya pertandingan2 bakal aman smpai pensiun.
2. Craig utk kepentingan promo harrys gym., tapi sayangnya walau sdh lama menangani CJ tetap gak laku sbgai pelatih/manajer.
3. Pikacu selain CJ dia juga tangani/ matchmaker banyak petinju yg punya, jd CJ lumayan utk portfolio disitusnya.
4. Mahkota, jelas hanya melihat dari sisi bisnis, showbiz, marina bay singapore.
IMO, Daud ini tidak sulit utk dijual, sebagai alumnus GBP dan punya kemampuan bertinju yg cukup baik, mustinya sekelas Ahmet Oner bahkan cameron dunkin juga sulit menolak utk memanajeri Daud. tapi jgn bnyk permintaan dulu. nanti belum apa2 minta tanding di singapure.
Style DY mudah dijual dengan syarat pasangkan dia dengan lawan fighter. dan bila persiapannya jg matang, maka akan didapatkan pertarungan yg menarik. Tp bila dpasangkan dengan lawan pure boxer atau counter boxer, mungkin akan kesulitan dan pertandingan cenderung monoton. Emosi dan strategi bertandingnya masih kalah dari CJ.
Post a Comment