Sarung Tinju Emas XXXI berlangsung di Mall Pannakukang, Makasaar, Sulawesi Selatan, 5-9 Desember 2012. Berikut daftar juara lengkap STE XXXI/2012 Makassar.
Juara Putri (elite womens)
Kelas terbang ringan 48 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Beatrix Sugoro (Kalimanan Timur), perak Yunike Rotty (Sulawesi Utara).
Kelas terbang 51 kg elite womens, peserta 3 petinju: Medali emas Selly Wanimbo (Papua Barat), perak Novita Sinadia (Sulawesi Utara), perunggu Warni Halawa (Riau).
Kelas bantam 54 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Siti Isroh (Papua Barat), perak Maria Ohoiulun (Maluku).
Kelas bulu 57 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Imaculata Loda (Nusa Tenggara Timur), perak Kristina Jembay (Papua Barat).
Kelas ringan 60 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Ester Kalayukin (Maluku), perak Agnes Datungsolang (Kalimantan Timur).
Kelas welter 64 kg elite womens, peserta 2 petinju: Medali emas Dolince Sanadi (Papua Barat), perak Maduma Simbolon (Sumatera Utara).
Juara Putra (elite mens)
Kelas terbang ringan 49 kg elite mens, peserta 2 petinju: Medali emas Rahmat Taubat (Sumatera Barat), perak Musa Cahyadi (Jawa Tengah).
Kelas terbang 52 kg elite mens, peserta 2 petinju: Medali emas Julio Bria (Bali), perak Suryanto (Sulawesi Selatan).
Kelas bantam 56 kg elite mens, peserta 6 petinju: Medali emas Yulianus Mauk (Jawa Tengah), perak Supriyadi (Kepulauan Riau), perunggu Atris Neolaka (Nusa Tenggara Timur) dan Charles Tungga (Nusa Tenggara Timur).
Kelas welter ringan 64 kg elite mens, peserta 2 petinju: Medali emas Vinky Montolalu (Sulawesi Utara), perak Erico Amanupunyo (Sulawesi Selatan).
Kelas welter 69 kg elite mens, peserta 4 petinju: Medali emas Indra Faisal (Kalimantan Timur), perak Kusdiyono (Jawa Barat), perunggu Lodewijk Batlayeri (Maluku) dan Charles Kantiago (Sulawesi Selatan).
Kelas berat ringan 81 kg elite men, peserta 3 petinju: Medali emas Kristianus Nong Sedo (Kalimantan Timur), perak Kristanto (DKI), perunggu Harris (Sulawesi Selatan).
Finon Manullang
Senin, 10 Desember 2012.
4 comments:
itu beneran pesertanya rata2 cuma 2 - 3 petinju? hanya ada satu kelas saja yg hingga 6 petinju?
Saya nggak begitu paham bagaimana sejarah STE I hingga yang ke XXXI ini. Jika menilik angka 31, berarti sejarah STE sudah cukup panjang dan seharusnya sudah menjadi barometer pertinjuan khususnya amatir di tanah air.
Dari sisi jumlah peserta terlihat cukup memprihatinkan, artinya pelapis2 yg diharapkan bakal membawa nama harum Indonesia di kancah dunia baik melalui ajang amatir ataupun pro sangat sangat sedikit. Tak tahu lagi siapa yg bakal mengorbit setelah CJ dan DY. CJ saja basicnya dulu lebih kuat dari Wushu.
Setahu saya, jaman2 dulu gaung STE cukup berkibar dan makin kesini makin tenggelam seiring dengan melesunya prestasi tinju amatir, dan mungkin ditambah dengan kurangnya atensi pemerintah terhadap cabang tinju. Tapi disisi lain dengan tetap eksisnya pergelaran STE ini, patut disyukuri masih ada pihak2 yg berusaha menghidupkan pertinjuan khususnya amatir di tanah air. Bravo !
bsw
CJ saja basicnya dulu lebih kuat dari Wushu.
==
Kritik mas bsw. Basic CJ tetap kuat dari tinju, karena sejak 5 tahun dilatih bapaknya. Umur belasan tahun dia dilatih di sasana sutan rambing semarang, dan kebetulan saat itu sutan rambing juga melatih wushu untuk tambahan agility petinju2nya. Pak Sutan sendiri adalah murni eks petinju amatir dan pro, sama sekali bukan pewushu.
Wushu CJ, walaupun iseng2, sempat mengantarkan dia ke sea games (saat itu sudah jadi petinju pro).
Demikian kritik saya utk sekedar meluruskan
Noted Bung Jeff, terima kasih atas koreksinya :)
bsw
Kami Kompu Box belum memberikan prediksi kami tentang apakah CJ basicnya dulu lebih kuat tinju atau Wushu.
Harap dipahami sampai saat ini prediksi kami masih dikisaran 100% kebenarannya.
Demikian kami sampaikan.
Salam,
KOMPU BOX INA
Post a Comment