Oleh Finon Manullang
Kepada: Bapak/Ibu dan seluruh sahabat tinju sejati yang saya muliakan.
Sejak Kamis siang, 6 Desember 2012, saya berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan akan kembali ke Jakarta Senin pagi, 10 Desember 2012. Di sini enak, karena kebetulan salah satu hobi saya adalah menghabiskan ikan bakar. Anda tahu bukan, sejak dulu Makassar sudah dikenal sebagai salah satu pusat ikan bakar, hehehe...!
Tidakbanyak kisah yang bisa saya sampaikan tetapi setidaknya saya ingin mengatakan bahwa penyelenggaraan STE XXXI di Mall Panakukkang, Makassar, sepi peserta. Betapa sedih ketika mengetahui bahwa peserta STE kali ini hanya 32 petinju (14 cewek dan 18 cowek). Jumlah ini bisa mencapai 32 petinju karena setengah pesertanya adalah petinju pelatnas yang latihannya dipusatkan di Jalan Rappocini Raya No 17-A, Kelurahan Rappocini, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kalau tidak barangkali nasib STE tahun bisa sama dengan tahun lalu yang batal dilaksanakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ketika itu Desember 2011 STE XXXI harus dibatalkan menjelang penimbangan umum setelah kedapatan bahwa peserta hanya 4 petinju.
Itu dulu dan mohon maaf jika laporan saya kurang lengkap. Berikut ini silakan mengikuti berita STE XXXI/2012 Makassar dan pastikan setiap hari membuka email untuk mendapatkan berita hasil STE hingga pertandingan final yang akan berlangsung Minggu malam. Terima kasih Anda sudah memberikan perhatian untuk tinju.
2 Petinju NTT Kandas di STE Makassar
Dua petinju Nusa Tenggara Timur (NTT) Atris Neolaka dan Charles Tungga kandas pada pertandingan hari kedua Sarung Tinju Emas (STE) XXXI/Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (6/12).
“Kami kurang beruntung. Mereka sudah bertarung maksimal tetapi itulah tinju, ada kalah ada menang,” komentar pelatih Hermensen Ballo, menananggapi kekalahan kedua petinjunya, tadi malam usai pertandingan.
Dalam kelas bantam 56 kg, Julianus Muak (Jawa Tengah) mematahkan serangan Atris Neolaka (NTT) melalui serangan yang lebih bervariasi dan lebih bersemangat dan menang 8-6. Sementara, Supriyadi (Kepulauan Riau) menyisihkan Charles Tungga (NTT) melalui keputusan 12-6.
STE XXXI berlangsung di dalam pusat perbelanjaan, Mall Panakukkang, Makassar. Panitia hanya menyediakan 100 kursi lipat untuk tempat duduk penonton. Selebihnya berdiri di sekitar arena pertandingan maupun di lantai dua sampai ke lantai tiga.
Medali kaleng
STE sepi dari peserta dan ini sangat memprihatinkan tokoh wasit/hakim Hans Watuna asal Manembo-membo, Bitung, Sulawesi Utara. Meski tidak ditugaskan dan berada di Manado, Hans memberikan perhatian yang sangat tinggi dan sedih mendengar peserta hanya 32 petinju. “Panitia harus bisa memahami arti STE. Sekarang ini medali yang yang diberikan itu cuma “medali kaleng”, alias tidak jelas arahnya. Seharusnya seorang juara STE menjadi wakil Indonesia ke pertandingan internasional atau memegang hak tampil di arena Piala Presiden. Kalau tetap memegang “medali kaleng” tidak akan mengangkat gengsi STE dan akan ditinggalkan orang,” kata Hans Watuna.
Sementara Edison Areros, salah satu pelatih senior Sulawesi Utara, menganjurkan ke depan STE jangan diselenggarakan pada bulan Desember atau bulan Juni-Juli. “Bulan-bulan itu merupakan harga tiket yang sangat tinggi sehingga orang berpikir untuk mengirim petinju,” katanya di Manado, Jumat pagi (7/12).
Hasil pertandingan hari ke-2 STE XXXI/Makassar
Kelas 60 kg elite womens 5 ronde x 2 menit: Ester Kalayukin (Maluku) menang 9-2 melawan Agnes Datungsolang (Kalimantan Timur).
Kelas 56 kg elte mens 4 ronde x 3 menit: Julius Mauk (Jawa Tengah) menang 8-6 melawan Atris Neolaka (Nusa Tenggara Timur). Supriyadi (Kepulauan Riau) menang 12-6 melawan Charles Tungga (Nusa Tenggara Timur).
Kelas 69 ke elite mens 4 ronde x 3 menit: Indra Faisal (Kalimantan Timur) menang 10-5 melawan Charles Kantiago (Sulawesi Selatan). Kusdiono (Jawa Barat) menang 11-9 melawan Lodewijk Batlayeri (Maluku).
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Friday, December 7, 2012
Kolom Finon: STE XXXI Makassar
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
No comments:
Post a Comment