Sepanjang sejarah tinju Indonesia, sudah 30 petinju tewas di ring Indonesia, sebagian besar adalah tinju pro, dan ada 1 petinju amatir yang tewas dalam catatan saya. Hanya berjarak 3 bulan setelah tewasnya petinju Kupang Oxon Palue usai kalah dari Gerry Toisuta di bulan November 2012, kembali dunia tinju Indonesia terguncang setelah petinju berusia sangat belia, Tubagus Setia Sakti, 17 tahun, harus meregang nyawa dan meninggal di RS UKI, Cawang, Jakarta, 27 Januari lalu.
Entahlah kenapa angka kematian tinju di Indonesia begitu tinggi. Mengingat banyak petinju Indonesia yang tumbang KO di luar negeri, tapi tak satupun yang menderita cedera fatal, mungkinkah penanganan medis yang lemah menjadi faktor penyebab? Sulit menjawab pertanyaan ini. Bahkan WBC sempat mengerluarkan skorsing pada keanggotaan Indonesia di dewan tinju bergengsi tersebut karena tingginya angka kematian di ring ini. Namun itu juga tak mampu menghentikan ataupun sekedar menurunkan angka kematian petinju.
Berikut adalah daftar petinju Indonesia yang tewas dalam catatan saya di website www.tinju.4t.com: http://tinju.4t.com/tewas.htm
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
Tuesday, January 29, 2013
Tubagus Setia Sakti Korban ke-30 Tinju Indonesia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
2 comments:
lebih baik sepak bola dan tinju ditiadakan dululah untuk tempo 5 s/d 6 tahun sebab,pemerintah sepertih benar2 acuh,
pejabat2nya mikirin cewek melulu,dugem,nyabu.
percuma deh dibina.
atau kalo ada atlit bagus dibina diluar negeri aja,australia,singapura,ato amrik sana.
aku melihat detik2 akhirnya di sandarin di kursi aja ampe melorot...seharusnya lebih memperketat lg antara tinju pro dan amatir dilihat dari pengalaman bertanding dan umur terpaut setgh dari lawanya...
GBU semoga amalan tibagus sakti diterima dan di ampuni dosa2nya
AMIN...
Post a Comment