Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Thursday, March 13, 2008

Preview JM Marquez vs Pacquiao II

Pacquiao, The Mexican Killer

Emmanuel Dapigran Pacquiao, atau lebih dikenal sebagai Manny Pacquiao, kelahiran Kibawe, desa miskin di daerah Bukidnon, Mindanao, Filipina, 17 Desember 1978, adalah petinju terbesar dari Filipina, mengalahkan legenda tinju Gabriel “Flash” Elorde, adalah mantan juara dunia WBO dan IBF kelas super bantam, juara WBA dan IBF kelas bulu, dan kini adalah pemegang gelar WBC International sekaligus penantang utama WBC yang juaranya adalah Juan Manuel Marquez. Adiknya, Bobby Pacquiao, juga adalah seorang petinju profesional.

Gaya bertinju Manny Pacquiao, sebetulnya tidaklah istimewa, nyaris sama dengan rata-rata petinju Filipina, yang mengandalkan pukulan keras. Keistimewaan Pacquiao, pukulannya jauh lebih keras dari rata-rata petinju Filipina, dan kebanyakan menelan korban KO bagi petinju lawan yang mencoba-coba melakukan adu pukulan dengannya.

Kelemahan Pacquiao adalah bahwa dia sering tidak bisa berbuat banyak kalau melawan petinju dengan gaya boxer atau dengan taktik hit and run. Erik Morales sudah membuktikan itu. Dengan taktik boxer dan pukul lari, Morales mampu mempecundangi Pacquiao di pertemuan pertama mereka, di tahun 2005. Entah apa yang ada di benak Morales, tidak menerapkan strateginya tersebut, dan justru memilih beradu pukulan dengan Pacquiao di dua pertandingan berikutnya, sehingga Morales kalah TKO di ronde 10 (2006) dan kalah TKO lagi pada ronde 3 (tahun 2007).

Kebalikannya, Marco Antonio Barrera, jago Meksiko yang lain, yang mencoba berjual beli pukulan dengan Pacquiao, tumbang TKO ronde 11 (2003), namun pada pertandingan kedua mereka, Barrera mencoba taktik boxer, namun karena usia yang sudah tua dan gerakan yang sudah lamban, Barrera akhirnya takluk dengan angka dari Pacquiao.

Kini, tinggal Juan Manuel Marquez, sebagai lapisan atas petinju Meksiko yang masih belum bisa ditundukkan oleh Pacquiao, setelah hasil seri kontroversial dalam petemuan mereka yang pertama kali di tahun 2004. Ditambah kemenangan beruntun atas petinju lapisan dua dan tiga dari Meksiko, yakni Hector Velazquez (2005), Oscar Larios (2006) dan Jorge Solis (2007), makin lengkaplah petinju Meksiko yang menjadi pecundang di hadapan petinju kebanggaan rakyat Filipina ini, sehingga bukan sesuatu yang dilebih-lebihkan jika Pacquiao juga disebut sebagai “The Mexican Killer” alias si Pembunuh Orang Meksiko.

Namun, Pacquiao tetaplah bukan manusia super atau dewa. Fokus pada penyerangan dan kerap mengabaikan pertahanan, adalah titik lemah Pacquiao, walau kini sudah mampu diperbaiki oleh pelatih Freddy Roach. Kelemahan Pacquiao ini pernah hampir jadi malapetaka pada tahun 2000, saat petinju Australia, Nedal Hussein, mampu mencuri satu pukulan hook, saat Pacquiao asyik menyerang, sehingga Pacquiao terhuyung dan jatuh. Wasit Carlos Padilla menghitung dengan lambat sekali, sehingga Pacquiao mampu bangkit dan akhirnya menang TKO ronde 10 atas Hussein yang mengalami pendarahan di wajahnya. Kubu nedal Hessin dan pelatihnya Jeff Fenech menganggap seharusnya Pacquiao sudah kalah KO jika wasit menghitung dengan benar.

Jika ingin menggapai kemenangan, Marquez hendaknya jangan terpengaruh dengan gengsi atau jargon Mexican pride seperti yang diusung Morales, sehingga memutuskan adu pukulan dengan Pacquiao. Marquez hendaknya konsentrasi pada taktik, dan jangan mau terjebak adu pukulan melawan Pacquiao seperti yang dialami Erik Morales. Tapi, saya tentunya pelatih Marquez, Ignacio Berristain, yang merupakan pelatih besar di Meksiko, sudah mengetahui hal ini.

Mari kita saksikan kiprah dua petinju beraliran keras ini di Trans TV pada Minggu siang, 16 Maret 2008, langsung dari Mandalay Bay Resort & Casino, Las Vegas, Nevada, AS.

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.