Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Monday, May 26, 2008

Ricky Hatton Menang, Namun Miskin Kreativitas

Meski menang angka mutlak dan unggul dalam pengumpulan skor di semua ronde atas Juan Lazcano, Ricky Hatton tampak tampil sangat monoton dan miskin kreativitas dalam melakukan serangan. Dalam pertandingan memperebutkan gelar lowong kelas welter yunior versi IBO, 24 Mei 2008, yang disiarkan secara tunda oleh Global TV Minggu siang, Hatton tampak jelas sekali sangat mengandalkan pukulan kerasnya untuk memukul roboh Lazcano. Namun pukulan keras itu tidak didahului oleh pukulan-pukulan pemancing seperti jab atau kombinasi jab straight. Beberapa kali bahkan Hatton melancarkan straight atau hook sekuat tenaga, tanpa ada upaya untuk memancing lawan. Alhasil, Lazcano yang kenyang pengalaman bisa dengan mudah membaca pergerakan bahu dan tangan Hatton yang mengambil ancang-ancang saat memukul, sehingga Lazcano bisa mengantisipasi pukulan tersebut.

Karena terus menerus melancarkan pukulan keras tanpa hasil maksimal, Hatton tampak kehabisan stamina di 3 ronde terakhir, beruntung Lazcano bukanlah petinju istimewa, sehingga Hatton masih bisa unggul angka secara mutlak.

Di sisi Lazcano, tampaknya dia sudah mempelajari gaya Hatton, dan dengan mudah dia bisa membaca dan mengantisipasi serangan Hatton dengan cara memepet tubuhnya sedekat mungkin dengan Hatton, namun tidak sampai melakukan clinch. Dengan demikian, Hatton tidak mendapatkan ruang pukul. Sesekali ada jarak tanggung, Lazcano sudah siap dengan double cover karena pergerakan pukulan-pukulan Hatton mudah dibaca. bahkan beberapa kali Lazcano menyarangkan pukulan bersih masuk ke wajah Hatton.

Walaupun sama-sama menanyandang gelar sebagai "The Hitman", kualitas serangan Hatton tidak sebanding dengan petinju 1980'an, Thomas Hearns, yang sangat kreatif dalam melakukan serangan, sehingga lawan terpancing untuk memukul, dan pada saat memukul itulah, Hearns mampu menyarangkan pukulan-pukulan kerasnya. Di sinilah seni bertinju. Hearns memiliki sense of art dalam tinju yang begitu tinggi, sedangkan Hatton hanyalah sekedar bisa melakukan pukulan keras. Jika petinju sekelas Lazcano saja mampu mengantisipasi pukulan Hatton, maka tidak usah heran karena petinju dengan kemampuan skill terbaik saat ini mampu menghancurkan Hatton dalam 10 ronde dalam debut Hatton di Las Vegas, AS, Desember tahun lalu.

Dalam partai tambahan utama, Paul Malignaggi berhasil kembali menundukkan petinju asal Afrika Selatan yang berdomisili di Australia, Lovemore N'dou guna mempertahankan gelar juara kelas welter yunior versi IBF.

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.