Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Thursday, May 8, 2008

Yuriorkis Gamboa, Tebar Ancaman

Nama Yuriorkis Gamboa pernah beberapa kali disebut-sebut sebagai salah satu calon lawan Chris John oleh salah satu media di Indonesia, namun tampaknya sampai sekarang belum pernah terealisir, bahkan kini Gamboa sudah naik ke kelas bulu super. Yuriorkis Gamboa, kini menduduki peringkat 5 WBC dan 3 WBA kelas super bulu, saat ini tengah menebar ancaman bagi para pemegang gelar di kelas tersebut. Orang bahkan sudah mulai membanding-bandingkan dengan Amir Khan, calon bintang kelas ringan di masa depan asal Inggris.

Pemuda kelahiran Guantanamo, Kuba, 23 Desember 1981 ini adalah pemegang medali emas kelas layang Olimpiade 2004, serta peraih medali perunggu kelas bulu kejuaraan dunia di Cina tahun 2005. Jadi talenta dan skill Gamboa tak bisa diremehkan. Gamboa yang berdomisili di Miami, Florida, AS, kini berdiri di bawah naungan Arena Box Promotion, salah satu promotor terkemuka di Jerman, namun dalam tiga laga terakhir, yang kesemuanya dimenangkannya dengan TKO, Gamboa sudah bertarung di Amerika. Bahkan, dua pertandingan berikut dia sudah dijadwalkan bertanding di Las Vegas. Rekor petinju ini cukup meyakinkan, 9 kali kemenangan tanpa kalah atau seri, dengan 8 kemenangan KO.

Pukulan Gamboa, seperti halnya Amir Khan, sangat cepat dan mematikan. Bahkan Gamboa memiliki kelebihan, yakni tahan pukul, dan selalu siap bertarung keras kapan saja dan dengan siapa saja. Penampilan terakhirnya di dekat kediamannya di Florida, 22 Februari 2008, dianggap oleh pengamat tinju sebagai sesuatu yang fenomenal. Dengan rekor profesional minim (8 kali bertanding), Gamboa mampu memukul KO Johnny Edwards yang sudah lebih berpengalaman. Memang, jika ditilik dari rekor profesionalnya di Boxrec.com, lawan-lawan yang pernah ditundukkan Gamboa bukanlah lawan yang berkelas ayam sayur, hampir semuanya memiliki jam terbang tinggi, tidak seperti umumnya petinju yang sedang diorbitkan, cenderung memilih lawan empuk untuk mendongkrak rekor bertandingnya. Yang pasti, Gamboa kini menampilkan eksistensi dirinya sebagai sosok petinju muda yang sedang tebar ancaman, bukan sekedar tebar pesona.

Satu-satunya 'cedera' pada rekor mulus Gamboa adalah saat dia mengalami knockdown di ronde 4 melawan Adailton de Jesus di tahun 2007, sebelum akhirnya Gamboa 'menghabisi' de Jesus dengan kemenangan TKO ronde 6. Namun knockdown itu disebabkan karena Gamboa terpeleset saat de Jesus melancarkan pukulan, jadi bukan murni jatuh karena pukulan lawan.

Dengan menyandang nama besar sebagai peraih medali emas olimpiade dan peraih perunggu kejuaraan dunia, menunggu uang runtuh dari langit bagi Gamboa dan para pendukungnya, tampaknya hanya tinggal tunggu waktu dan kesempatan.

Dengan tampilnya Gamboa, Amir Khan, Chavez jr., dll. Tampaknya, tayangan tinju di 5 tahun ke depan masih akan didominasi kelas-kelas menengah dan ringan, karena sampai kini belum muncul nama di kelas berat yang sangat prospektif. Kalau petinju kita, Daud Cino Yordan mampu tampil mengesankan pada 31 Mei mendatang di Las Vegas melawan Antonio Meza (Meksiko), tentu Yordan akan berpotensi masuk sebagai salah satu calopn bintang dunia di masa depan. Mampukah Yordan?

Sumber: Boxrec et al.

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.