Apa kabar terakhir Mike Tyson? Walaupun sudah tidak bertinju, namun Mike Tyson masih merupakan magnet bagi para penggemar tinju, sehingga segala kisah petinju kontroversial tersebut tetap menarik untuk ditulis oleh wartawan.
Dalam wawancara dengan jaringan televisi ESPN, Mike Tyson menyatakan bahwa dirinya berusaha hidup lebih baik, dan akan melupakan segala kehidupan buruk di masa lalu. Dalam wawancara tersebut, Tyson berujar, "Saya tidak lagi mau terlibat dengan kehidupan lama saya. Saya hanya menginginkan kehidupan yang berbeda. Saya telah menyaksikan bagaimana kehidupan tersebut telah merenggut saya, jadi saya kini berusaha membangun kembali kehidupan saya, dan kini sudah mulai berhasil. Saya bangun pagi, saya membereskan tempat tidur, menonton TV. Kemudian saya menelpun akuntan saya, dan dia berkata "Tidak", artinya dia tidak akan memberi saya uang tunai, karena saya pikir dengan mengatur nafsu belanja saya adalah merupakan bagian dari perubahan tersebut."
Tyson juga mengakui bahwa dia berjuang keras untuk tidak minum dan tidak mengkonsumsi obat-obatan, walaupun ada keinginan kuat untuk melakukan hal-hal jahanam seperti itu. "Namun saya tidak melakukan hal tersebut, karena saya telah berkomitmen. Saya tidak lagi bergaul dengan orang-orang semacam itu lagi seperti di masa lalu, karena saya sudah bukan orang semacam itu lagi," kata Tyson dalam wawancara penuh emosi dan yang paling jujur pernah dilakukan si Manusia Besi ini.
Sang mantan juara kelas berat sejati ini juga berkisah mengenai masa-masa jayanya saat dijuluki sebagai petinju terbaik di planet bumi. "Mungkin saya kecanduan dengan keributan," ujar Tyson. "Namun memang itulah yang saya bisa kerjakan saat itu. Ketika saya merenungi masa lalu saya, saya sadar bahwa sayalah yang membawa semua permasalahan itu ke dalam diri saya, dan kini saya harus bertanggung jawab akan semua itu. Saya benci itu."
Tyson yang oleh pers Indonesia dijuluki sebagai si Leher Beton ini juga mengakui dia tidak bisa menikmati masa-masa emasnya. "Saya tak pernah menikmati kemenangan-kemenangan saya, karena terlalu banyak masalah di dalam diri saya. Saya membuat istri saya ribut dengan para manajer saya, dan saya membawa banyak teman wanita ke publik. Itu benar-benar hancur," kenang Tyson, yang baru-baru ini menawarkan mantan pesepakbola Inggris, Paul "Gazza" Gascoigne, yang memiliki masalah persis dengan dirinya di masa lalu.
Semoga pengakuan Tyson ini betul-betul jujur dan tulus, sehingga dalam usia 42 ini, Mike Tyson bisa menjelma menjadi manusia yang lebih baik, dan melupakan segala tingkah di masa lalu yang telah menjerumuskannya. Selama karirnya, Tyson memiliki rekor 50 menang (44 KO) dan kalah 6 kali. Seperti yang sering diangkat oleh berbagai media massa, bakat alam Tyson ditemukan dan dipoles oleh alm. Cus d'Amato, yang bertindak sebagai bapak bagi si anak jalanan ini. Sayang, d'Amato tidak sempat menyaksikan anak didiknya berhasil menjadi juara dunia, karena dia keburu wafat di tahun 1985, (Tyson menjadi juara mengalahkan Trevor Berbick pada 1986).
Setelah perpisahannya dengan anak didiknya yang mantan juara kelas berat, Floyd Patterson, d'Amato pindah ke Catskill, New York, dan mendirikan sasana tinju di sana. Di situlah dia bertemu Mike Tyson, yang kemudian diadopsi dan dilatih tinju. Banyak orang berpendapat bahwa setelah wafatnya d'Amato, maka tidak ada lagi "orangtua" yang bisa diajak berbicara, sehingga Tyson menjadi Tyson yang sudah kita ketahui semua.
Sumber: Eastsideboxing.com
Wednesday, May 7, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
No comments:
Post a Comment