13 Maret 1993, tak dinyana adalah tanggal sial bagi Humberto "Chiquita" Gonzalez, petinju Meksiko, juara WBC kelas terbang yunior, yang disebut-sebut sebagai Tyson kecil, karena reputasinya sebagai raja KO.Lawan yang dihadapi Gonzalez adalah Michael Carbajal, petinju manis nan sopan yang berpostur kurus, sebagai sang juara IBF kelas terbang yunior. Carbajal juga dicintai publik karena berhasil mempersembahkan medali perak Olimpiade Seoul 1988 untuk AS.
Dengan postur gempal dan meyakinkan, hampir semua pengamat meramalkan Carbajal akan mudah digebuk oleh tukang kepruk Meksiko ini. Ramalan itu nyaris terbukti, saat Carbajal harus mencium kanvas dua kali, masing-masing di ronde 2 dan 5. Gonzalez tampak di atas angin, dan kelihatannya bakal menang mudah. Sang kakak yang berada di sudut Carbajal, dengan segala upaya, berusaha memompa semangat adiknya.
Dan, berhasil!
Dalam kondisi payah dan tersudut, Carbajal mampu membalikkan situasi, ganti menghajar Gonzalez di detik terakhir ronde 7 dengan sebuah pukulan hook kiri ke dagu Gonzalez, yang langsung terkapar tak berdaya, dan harus menerima kekalahan KO karena tak mampu bangkit setelah hitungan ke 10 selesai.
Ribuan penonton Hilton Hotel, Las Vegas, Nevada, AS serta jutaan penonton TV berbayar pertama kali di kelas terbang yunior, termasuk pemirsa gratis TVRI di Indonesia, gempar dengan bangkitnya Carbajal sehingga akhirnya berhasil menumbangkan Gonzalez yang tampak perkasa.
Dalam duel seru penyatuan gelar itu, dari data statistik pukulan, Carbajal ternyata lebih efektif mendaratkan pukulan, sedang Gonzalez meski melontarkan dan mendaratkan lebih banyak pukulan, namun secara persentase masih di bawah pukulan Carbajal. Pertarungan klasik super seru ini dipilih oleh Ring Magazine sebagai "Fight of the Year" 1993. Dalam duel ulang kedua petinju, Carbajal menderita kalah angka dua kali dari Gonzalez, namun mutu pertandingan jauh di bawah pertandingan pertama mereka.
No comments:
Post a Comment