Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Tuesday, September 16, 2008

Mantan Pelatih Hamed, Oscar Suarez, Meninggal Dunia

Pelatih tinju kenamaan, Oscar Suarez, meninggal dunia dalam usia 47 tahun di rumahnya di New Jersey, Sabtu, 13 September, akibat menderita kanker pankreas. Suarez, pelatih berkebangsaan Amerika keturunan Puerto Rico, meninggalkan seorang istri, Marie, dan beberapa orang anak.

"Tinju telah kehilangan seorang pelatih terbesarnya, sedang saya telah kehilangan seorang sobat terbaik. Kami telah bersama-sama selama tujuh tahun, dan kami telah memenangi 3 kejuaraan dunia," kata Ascelino Freitas, mantan juara dunia asal Brazil yang pernah ditangani Suarez.

Pada 1978, Suarez dalam usia 17 tahun pindah dari Puerto Rico ke AS, dan menjadi petinju amatir yang sempat ditangani beberapa pelatih kenamaan seperti Teddy Atlas, Emanuel Steward dan Eddie Futch, dan sempat bertanding 89 kali di ring tinju amatir. Promotor Lou Duva sempat menawarinya terjun ke tinju profesional, namun Suarez membatalkan kontrak tersebut karena Suarez mengalami cedera patah tulang di pergelangan tangan yang memaksanya mundur sebagai petinju.

Suarez kemudian terjun sebagai pelatih, dan mengawalinya sebagai asisten pelatih bagi Tommy Parks, pelatih tinju kenamaan yang pernah menangani Bobby Czyz, mantan juara dunia kelas berat ringan.

Selama karier kepelatihannya, Suarez dikenal sebagai pelatih yang sangat protektif terhadap anak didiknya, terutama jika menyangkut keselamatan di atas ring. Jika melihat jiwa anak didiknya terancam di ring, dia tidak akan menimbang-nimbang terlalu lama untuk melempar handuk putih yang senantiasa melilit di lehernya. Selain Ascelino Freitas, legenda kelas bulu Prince Nassem Hamed juga pernah merasakan tangan dingin Oscar Suarez.

Saat menangani Nassem Hamed, situasinya cukup aneh dan rumit, karena saat yang bersamaan, manajer Hamed, yang juga kakak kandungnya, Riath Hamed, menyewa jasa pelatih kenamaan, Emmanuel Steward. Mula-mula tidak mudah, karena ada dua nahkoda dalam menangani Hamed, ketegangan dan saling curiga di antara mereka kerap terjadi. Tidak ada pelatih kepala, tidak ada asisten, keduanya memiliki posisi yang sama derajadnya sebagai pelatih Hamed. Juga saat tampil sebagai sekondan di atas ring, keduanya harus berbagi ketika mengatur strategi buat Hamed. Namun akhirnya mereka bisa beradaptasi dengan hubungan yang tak lazim itu, dan mereka bisa bekerjasama dalam lima pertandingan Hamed. Sampai akhir hayatnya, kedua pelatih menjadi sobat yang saling menghormati.

Resquicat in Pace, Oscar!

Sumber: Fightnews dll.

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.