Pacquiao: The Big Little Man!
Tepat kiranya ungkapan Chris John yang menganalogikan seandainya Manny Pacquiao menang, maka dia akan mengulang sejarah yang tertera dalam Injil, saat David (alias Daud) yang bertubuh kecil berhasil menumbangkan Goliath yang bertubuh raksasa. Dan itulah yang dilakukan Manny Pacquiao, dengan menumbangkan Oscar de la Hoya yang lebih bongsor dengan kemenangan TKO ronde 8. Pacquiao, the big little man, the modern era version of David! Demikian juga M. Rachman yang tadinya menjagokan Oscar, kini justru kagum dengan kehebatan Pacquiao yang naik dua kelas (+/- 5 kg.) tanpa kehilangan kecepatan dan stamina. Dia juga mempertanyakan buruknya Oscar de la Hoya yang tampil bagaikan petinju yang baru belajar tinju, tidak sekalipun berhasil memasukkan pukulan telak sasaran.
Manny Pacquiao memang tampil luar biasa dengan mematahkan sebagian besar ramalan para analis tinju (termasuk prediksi & ulasan dalam website ini sebelumnya). Menguasai penuh jalannya pertandingan sejak ronde pertama, Pacquiao berhasil membuat sang Golden Boy menyerah dan tidak melanjutkan pertandingan pada istirahat jelang ronde 9. Sebaliknya buat Oscar de la Hoya, pertandingan malam ini di MGM Grand, Las Vegas, merupakan salah satu pertandingan terburuknya. Dia tampil malas dan terlalu berhati-hati, sehingga permainan Pacquiao makin berkembang dari ronde ke ronde.
Ronde pertama, Pacquiao dan de la Hoya masih saling mempelajari kekuatan masing-masing lawan. Pacquiao tampil dengan gaya boxer, hal yang sama sekali tidak diantisipasi oleh kubu de la Hoya yang dikomandoi oleh Ignachio Beristain, pelatih legendaris Meksiko, dibantu oleh konsultan teknis, Angelo Dundee. Oscar hanya mengantisipasi pergerakan Pacquiao yang terus bergerak maju mundur dan ke kiri dan ke kanan dengan jab-straight, tentunya untuk memanfaatkan keunggulan jangkauannya. Ronde ini bisa disebut draw, dan merupakan satu-satunya ronde terbaik Oscar (sesungguhnya saya mencatat Pacquiao unggul tipis, karena mampu menyarangkan dua buah straight ringan ke dahi Oscar de la Hoya).
Ronde kedua, Pacquiao semakin mengembangkan jurus pukul larinya, dengan melakukan gerakan ke kiri dan ke kanan yang menawan. Oscar terus mengikuti pergerakan Pacquiao dan mencoba memotong pergerakan Pacquiao, serta mengimbangi lawannya dengan pukulan-pukulan panjang. Ronde ini untuk Pacquiao karena keunggulannya dalam penguasaan ring.
Ronde 3, Pacquiao mulai merajalela. Tercatat 3 buah pukulan telak Pacquiao menghajar bagian muka de la Hoya. Oscar masih tampak tenang, dan coba optimalkan jab-jabnya.
Ronde 4, 5, 6, Pacquiao semakin mempersulit Oscar de la Hoya. Di ronde 5, pukulan keras Pacquiao sempat menghajar de la Hoya, walau tidak menggoyahkannya. Oscar mencoba bangkit pada ronde 6, namun Pacquiao sudah berada di atas angin.
Ronde 7, serangan - serangan Paquiao sudah tak mampu dibendung de la Hoya. Pacquiao yang memulai awal pertandingan dengan gaya boxer, kini sudah mulai menunjukkan tajinya sebagai petinju slugger terbaik dunia.
Ronde 8, Pacquiao hampir saja menyelesaikan perlawanan Oscar di sudut netral, namun Oscar masih beruntung karena berhasil lolos dari sergapan Pacquiao, dan bel tanda akhir ronde 8 segera berdentang.
Oscar de la Hoya yang sudah merasa tak ada harapan akhirnya menyatakan menyerah saat istirahat jelang ronde 9, dan Pacquiao dinyatakan menang TKO ronde 8. Pacquiao dan seluruh pendukungnya tampak tenggelam dalam histeria kemenangan besar yang diraih petinju legenda hidup Asia ini.
Selamat Manny Pacquiao!
Sunday, December 7, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.
1 comment:
Setuju sekali, kalau paquiao lawan ricky haton, haton bakalan hancur. seng ada lawan nih manny paquiao ~ KT ~~
Post a Comment