Visit this website:

Gadget Unik - Jual Beli Aman

Tuesday, December 9, 2008

Natatangi, Manny Pacquiao!

Koran-koran hari ini di Indonesia, semuanya memuat berita kemenangan Manny Pacquiao. Karena kemarin libur Idul Adha, media di Indonesia baru bisa menyajikan berita besar di dunia tinju itu hari ini. Untuk itulah, sekali lagi saya menyajikan tulisan tentang kemenangan besar Pacquiao, yang merupakan kemenangan rakyat Filipina dan Asia pada umumnya.

Pacquiao memang bermain bagus sekali, dan Oscar de la Hoya bermain buruk sekali. Itu adalah gambaran pertandingan berat sebelah antara Manny Pacquiao vs. Oscar de la Hoya, 6 Desember di MGM Grand, Las Vegas, atau Minggu siang waktu Indonesia. Dalam siaran langsung yang direlay oleh TVOne, Pacquiao menguasai penuh jalannya pertandingan sejak ronde pertama hingga delapan, yang membuat kubu Oscar de la Hoya menyerah dan tidak bersedia melanjutkan pertandingan. Wajah de la Hoya sendiri bengkak dengan mata kiri hampir tertutup akibat sengatan pukulan Pacquiao.

Penampilan Oscar de la Hoya begitu buruk, bahkan jauh lebih buruk daripada saat dia dipukul KO oleh Bernard Hopkins beberapa tahun lampau. Saat itu de la Hoya masih memberikan perlawanan, walau Hopkins tampak sangat dominan dan sukar ditembus. Penampilan de la Hoya saat melawan Pacquiao sangat memprihatinkan. Pukulan-pukulan lurusnya semua dapat diantisipasi oleh kelincahan Pacquiao yang terus bergerak ke kiri, kanan dan maju mundur, sehingga membuat peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu bagaikan petinju yang sedang belajar tinju, dan bergerak begitu lamban.

Sebaliknya Pacquiao, ini adalah penampilan yang terbaik dari seluruh penampilan terbaik yang pernah dilakoninya. Selain itu, pertarungan Pacquiao kali ini sekaligus mematahkan asumsi bahwa seorang fighter atau slugger semacam Paccquiao tidak dapat tampil sebagai seorang boxer. Pacquiao sudah membuktikan hal tersebut, di mana selama 5 ronde pertama, dia tampil bagaikan seorang boxer alami yang terus bergerak dari segala penjuru. Barulah pada ronde 6, di mana Pacquiao sudah merasa pede, dia tampil dengan gaya alaminya, sebagai seorang slugger.

Di sisi Oscar de la Hoya, tampak sekali kubunya, yang dikomandoi oleh Ignachio Beristain dengan penasehat teknis Angelo Dundee, sama sekali tidak mengira bahwa Pacquiao akan tampil sebagai seorang boxer. Mereka juga sama sekali tidak mengantisipasi hal tersebut. Di ronde-ronde awal, terlihat jelas de la Hoya menunggu dengan "sabar" saat Pacquiao ‘masuk’ dengan gaya brutalnya. Namun ternyata dia salah total. Pacquiao ternyata bermain dengan strategi pukul lari, dan de la Hoya hanya bisa menunggu dan menunggu sambil menyaksikan kelicahan Pacquiao bergerak ke kanan dan ke kiri sambil melontarkan pukulannya.

Kemenangan Pacquiao ini sekaligus merupakan kemenangan strategi coach Freddy Roach, pelatih terbaik saat ini, yang berhasil mengungguli ramuan teknis dua pelatih seniornya, Ignachi Beristain dan Angelo Dundee.

Juara dunia WBA kelas bulu Chris John, yang sebelumnya juga menjagokan Oscar bakal memenangi pertandingan, juga tidak dapat menyembunyikan rasa herannya dengan penampilan buruk Oscar de la Hoya. “Manny Pacquiao beramin sangat bagus sekali, namun saya heran mengapa Oscar de la Hoya bisa tampil seburuk itu,” kata Chris John yang saat ini sedang santai menunggu Natal bersama keluarganya di Semarang.

Hal senada juga disampaikan Temuzin Rambing, promotor tinju. “Gila sekali penampilan Pacquiao. Oscar tidak bisa menyarangkan satupun pukulan,” ujar Temuzin yang juga heran dengan penampilan buruk Oscar de la Hoya.

M. Rachman, mantan juara dunia IBF kelas terbang mini, yang sebelumnya juga menjagokan de la Hoya, memuji penampilan Manny Pacquiao. “Dia naik dua kelas namun dia tetap bisa menjaga kelincahannya, luar biasa!" Kata Rachman.

Yah, sekali lagi Pacquiao sudah mematahkan mitos bahwa dirinya hanya bisa bermain adu pukul. Ternyata dia juga bisa memenangi duel adu otak dalam olahraga tinju ini. Menurut kabar yang berhembus, untuk pertandingan berikut, Pacquiao akan menantang juara kelas welter yunior IBO, Ricky Hatton asal Inggris. Pertandingan ini jelas akan berlangsung keras, karena Hatton merupakan petinju dengan gaya asli Pacquiao, yakni slugger. Namun rasanya jika penampilan Pacquiao seperti saat dia menumbangkan de la Hoya kemarin, Hatton bukanlah lawan seimbang baginya.

Natatangi, Manny Pacquiao!

* Natatangi: Luar biasa dalam Bahasa Tagalog

No comments:

Boxing Indonesia: Who's Next. Boxing is Tinju in Indonesian.