Luar biasa, Boido Simanjuntak. Tampil sebagai petinju pengganti Gun Tinular yang mundur karena sakit seminggu sebelum hari-h, dia mampu tampil bagus dan stabil sepanjang 12 ronde guna menundukkan Lande Olin sekaligus merebut gelar nasional KTI kelas bantam di Studio Indosiar, Jakarta, 18 Februari. Lande Olin yang tampil meyakinkan di awal-awal ronde, harus mengakui keunggulan pengalaman dan ketenangan Boido, yang membuatnya jatuh beberapa kali, terakhir di ronde akhir, persis saat bel tanda berakhirnya ronde 12 berdentang. Sempat mendapatkan perawatan beberapa menit dari dokter, Lande Olin bisa segera siuman dan berjalan ke sudutnya.
Pujian khusus buat Boido datang dari mantan juara dunia M. Rachman yang hadir ke studi bersama istri tercinta. "Sekalipun Boido mempersiapkan diri hanya sekitar seminggu sebelum pertadingan, itupun tampil dengan punggung "bertato" merah bekas kerikan, sebagai bukti bahwa dia menderita sakit sebelum pertandingan, dia mampu tampil sebagai yang terbaik di kelas bantam nasional. Dia bibit bagus," puji Rachman.
Di partai tambahan, mantan juara PABA kelas bantam Ali Rochmad mendapatkan perlawanan sengit dan keras dari Jemmy Gobel. Kematangan Ali Rochmad akhirnya mampu menyudahi perlawanan Gobel yang mengalami pendarahan pada pelipis kiri. Gobel sempat memprotes keputusan wasit karena merasa lukanya diakibatkan oleh benturan, bukan pukulan. Tapi akhirnya secara sportif Gobel menerima kekalahan tersebut.
Pada partai tambahan off-air, dua petinju debutan kelas bantam, Divri Pulu dan Gusti Neno Keta turun bertanding. Divri Pulu memenangi pertandingan dengan TKO ronde 5 dari rencana 6 ronde.
Melihat animo penonton yang membanjiri Studio 5 Indosiar, tampaknya GTPI format baru ini bisa sesukses GTPI sebelumnya. Apalagi sekarang diisi partai hiburan artis antara Gilbert Patiruhu yang menang angka atas Sandy Sjarief.
Jamed Kalah Angka di TVRI, 19 Februari
Sehari sesudahnya, petinju asal Sasana Sindoro Satriamas, Semarang, Jamed Jalarante mengalami kekalahan angka mutlak dari Darsim Nanggala dalam pertandingan 12 ronde memperebutkan gelar kelas welter KTPI. "Pukulan counter Jamed lebih banyak masuk, kenapa para hakim memenangkan Darsim?" keluh Budi Wizon, pelatih Jamed. Usai pertandingan, Jamed sempat pingsan, dan segera dilarikan ke RS UKI, Cawang. Beruntung, sekitar jam 3 pagi, Jamed siuman, dan tidak terjadi sesuatu yang membahayakan. Saat ini Jamed masih berada di RS UKI, dan masih dalam pengawasan dokter.
Translate this article using Babelfish Yahoo Translator
9 comments:
ali rochmad sama jemmy gobel tuh lagi mabok ya?
mukul kok asal2an, jadi kayak tinju anak smu yang hobi tawuran.
boido simanjuntak tato punggungnya keren.
jamed kasian bener kaki cedera masih dipaksa main.
sayang ga liat divri pulu.
lande olin terlalu gampang dipukul, saya heran dengan gaya bertinju olin yang tidak karuan ini, lambat dan terbuka. mengenani jamed saya doakan agar tidak terjadi apa2 pada otaknya. jamed memang banyak mendaratkan pukulan tapi sekedar mendarat tanpa power. jamed sepertinya seperti bukan memukul tapi mencolek.
saya rasa kerokan di belakang boido itu jimat keberuntungan
itu kerokan bung
Walaupun Boido mendapatkan jadwal pertarungan hanya 1 minggu tetapi dia pasti selama masa off tetap disiplin melakukan latihan fisik & teknis di sasananya,sehingga hasilnya pun sangat baik...benar2 harus dicontoh petinju spt ini.
Jika ada berita soal Jamed pasti selalu kabar yg tidak baik utknya, Kita semua disini berharap & berdoa agar Jamed bisa segera sembuh & tidak mendapatkan cedera yg serius.
Kalau utk pertarungan Jamed saya tidak melihatnya tetapi kekecewaan Budi Wizon nampaknya cukup beralasan karena memang setiap patinju yg bertarung disudut biru akan selalu sulit menang jika dia hanya menang tipis saja, itu yg saya perhatikan selama ini di ring TVRI.
Bung Toba apa kabar.??...lama sekali anda tidak berkomentar di box-indo, namun begitu komentar langsung anda hapus sendiri.??..he2
Saya sempat heran kenapa ada kerokan, apa masuk angin ??, apa dia tidak mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya ?? ternyata dia hanya 1 minggu noticed, pantes. Hebat memang tp kalo partai utamanya terkesan mendadak seperti ini bahaya juga. Untung saja Boido hebat, dan promotor jeli melihat kualitas petinju. Saya hanya menyayangkan hal ini bisa terjadi untuk partai utama. Mudah2an di lain waktu tidak terjadi lagi.
Post a Comment